Kemenpar revisi target jumlah wisman jadi 18 juta orang tahun ini

id target wisman,kementerian pariwisata,wisatawan mancanegara

Tenaga ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Calendar of Events, Esthy Reko Astuti, memberi pernyataan kepada para pewarta di Jakarta, Senin. (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merevisi target jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari 20 juta orang menjadi 18 juta orang yang datang ke Indonesia pada tahun ini.

"Kalau data dari BPS tahun lalu sekitar 15,8 (juta wisatawan mancanegara). Target yang diberikan di awal 20 juta. Dari 15,8 ke 20 itu kan kenaikannya besar. Akhirnya direvisi tahun ini sekitar 18 juta," kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Calendar of Events, Esthy Reko Astuti, saat ditemui setelah mengisi acara Capturing Moments Calendar of Events Kementerian Pariwisata yang berlangsung di Jakarta, Senin.

Esthy menampik tudingan bahwa revisi itu disebabkan karena tidak ada upaya lebih dari Kementerian Pariwisata. Menurut dia, revisi dilakukan karena adanya beberapa hal yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti bencana alam.

Terkait bencana-bencana alam yang menghantam industri pariwisata Indonesia, Esthy menuturkan bahwa institusinya telah melakukan berbagai upaya seperti lebih memperhatikan TIC (Tourist Information Centre), berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, serta menggelontorkan dana promosi yang cukup besar.

Pada akhir 2018 Menteri Pariwisata Arief Yahya merilis 100 atraksi wisata terbaik yang ada di Indonesia (100 calendar of events).

Saat itu Arief mengatakan bahwa daftar ini dibuat atas inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan Indonesia memiliki acara-acara berkualitas dan berstandar internasional, yang akan dapat mendongkrak kedatangan wisatawan luar dan dalam negeri.

Baca juga: Wacana Ganjar bantu desa wisata Rp100 juta diapresiasi

Baca juga: Mau beli kuda, datang saja pada Parade Kuda Sandelwood berikutnya

 

Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar