Perbankan diminta tingkatkan sistem keamanan tangkis serangan peretas

id Peretas serang perbankan,Antisipasi hacker menyerang bank,Hacker perbankan,Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia,Ombudsman Republik Indonesia

ilustrasi (foto Antara)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Departemen Pengawasan Bank dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hizbullah meminta seluruh perbankan di Indonesia meningkatkan sistem keamanan untuk menangkal serangan peretas atau hacker.

"Kami meminta semua perbankan untuk update IT (Information Technology). Hacker selalu berusaha masuk ke sistem perbankan kita," kata Hizbullah di Jakarta, Senin.

Dia mengungkapkan bahwa para peretas selalu mencoba menembus sistem pertahanan digital perbankan nasional termasuk core banking. "Sistem itu penyerangnya banyak ada Amerika Serikat, Rusia, dan dari Asia ada Kamboja," ujarnya.

Peretas itu tidak hanya menyerang Indonesia, tapi juga banyak negara. Menurut Hizbullah, jika sistem perbankan Indonesia tidak kuat, peretas bisa mencuri data dan merusak sistem yang ada.

Dia mengatakan bahwa setiap tahun OJK selalu memeriksa sistem keamanan digital perbankan sekaligus meneliti celah yang kemungkinan bisa ditembus peretas dan bisa merugikan masyarakat.

Baca juga: OJK - Polri diminta awasi pinjaman daring via media sosial

"Kami selalu membuat ketentuan (aturan) untuk mitigasi risiko yang terjadi, kemudian perbankan kami himbau untuk selalu meningkatkan keamanan dan memperbaharui sistem IT," kata Hizbullah.

Sementara itu Ombudsman meminta perbankan terus meningkatkan pengamanan digital mengingat saat ini layanan perbankan Indonesia sedang bersiap untuk bermigrasi dari konvensional ke digital.

"Kami selalu meminta semua perbankan agar selalu mengupdate IT karena pertumbuhan dan perkembangan IT sangat cepat. Selalu update, selalu menyempurnakan dan selalu memperkuat manajemen resiko dan sekuriti," kata Anggota Ombudsman Dadan Suharmawijaya.
Baca juga: Ombudsman nilai perbankan nasional siap memasuki era digital banking
 

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar