Kepanikan akibat gempa dialami tamu hotel dan mal Bekasi

id Gempa bumi Jakarta, gempa Bekasi, mal dan hotel, kepanikan

Salah seorang staf Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang melihat monitor yang disediakan untuk pengunjung untuk mengamatai perkembangan gempa bumi di kantor BMKG di Jakarta, Jumat (2/8/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)

Bekasi (ANTARA) - Pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan mal dan hotel di Kota Bekasi, Jawa Barat, panik saat terjadi gempa berkekuatan 7,4 magnitudo, Jumat malam.

"Kebetulan saya baru keluar dari mal. Getarannya terasa banget sampai di kabin mobil," kata salah satu pengunjung Summarecon Mal Bekasi, Muhammad Gofur, di Bekasi.

Marketing Summarecon Mal Bekasi, Wendy, mengatakan pengunjung yang panik dan berhamburan keluar dari gedung langsung diarahkan petugas menuju titik kumpul yang tersebar di area parkir mobil.

"Pengunjung yang panik kita arahkan menuju area aman titik kumpul melalui pengeras suara. Petugas di dalam gedung mal juga mengarahkan agar pengunjung tetap tenang mencari area aman," katanya melalui sambungan telepon.

Baca juga: KCJ: operasional kereta tidak terdampak gempa

Baca juga: Warga Jakarta panik merasakan gempa magnitudo 7,4

Baca juga: Operasional MRT sempat terhenti akibat gempa, kini normal kembali


Kepanikan masyarakat juga tampak di kawasan mal dan perkantoran Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Pengunjung Mega Bekasi Hyper Mal dan Bekasi Cyber Park berhamburan hingga ke sisi Jalan Ahmad Yani untuk menyelamatkan diri.

Puluhan tamu di Hotel Amarossa dan Aston juga beranjak keluar gedung mencari lokasi aman di area parkir.

"Waktu kejadian saya melintas di depan hotel, melihat ada banyak kerumunan orang di depan hotel persis setelah beberapa menit gempa selesai," kata pengendara sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, Riesty Yusnilaningsih.

Berdasarkan data dari BMKG, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi pada pukul 19.03 WIB dengan lokasi 7.54 LS, 104.58 BT atau 147 km barat daya, Banten, di kedalaman 10 kilometer dan berpotensi tsunami.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar