Kondisi laut selatan Sukabumi normal pascagempa magnitudo 7,4

id BPBD Kabupaten Sukabumi,Laut Selatan Sukabumi,Kabupaten Sukabumi ,Gempa Banten ,Akvitas Laut Sukabumi

Kondisi air laut di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pascagempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang berpusat di Sumur, Banten tetap normal dan tidak ada peningkatan aktivitas. (Foto: Istimewa)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memastikan kondisi laut selatan daerah itu  tetap normal pascagempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di Sumur, Provinsi Banten, Jumat malam.

"Personel kami yang bertugas di pesisir pantai sudah melaporkan bahwa kondisi laut mulai dari Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap hingga Pantai Cibangban, Kecamatan Cisolok aman," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Jumat.

Dia mengatakan dari hasil pemantauan mulai dari pascagempa hingga peringatan dini tsunami berakhir, air laut tidak ada peningkatan, baik dari ketinggian maupun kecepatan arus dan gelombang.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama memantau perkembangan kondisi air laut dan kemudian menyatakan bahwa kondisinya normal sehingga warga tidak perlu khawatir, akan tetapi harus tetap waspada.

Ia pun mengimbau kepada warga Sukabumi, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, agar tidak mempercayai isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya terkait dengan gempa bumi itu.

"Kami pastikan informasi air laut meluap dan sempat surut itu tidak benar atau alias hoaks, karena dari hasil pemantauan langsung kondisinya tetap normal, baik itu gelombang, ketinggian, maupun arus," katanya.

Kepala Divisi Operasional, SDM, dan Diklat Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepuloh mengatakan pihaknya berasama Tim Tagana dan BPBD Kabupaten Sukabumi serta unsur lainnya masih bersiaga di bibir pantai.

Dari hasil pemantauan, seperti di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, kondisi air masih normal dan tetap aman. Untuk itu, masyarakat diminta tidak percaya dengan hoaks.

"Pemantauan dan penyisiran yang kami lakukan mulai dari Pantai Cibangban, Kecamatan Cisolok hingga Palabuhanratu. Warga yang tadi dievakuasi sebagian sudah kembali ke rumahnya masing-masing," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa magnitudo 7,4 yang terjadi pada Jumat, sekitar pukul 19.03 WIB berlokasi di 7,54 LS, 104,58 BT di147 km barat daya Sumur, Banten dengan kedalaman 10 km dan berpotensi tsunami. Namun, saat ini peringatan dini tsunami telah berakhir.

Baca juga: AP II pastikan Bandara Soetta kembali normal usai gempa 7,4 SR
Baca juga: Pascagempa, personel PMI Lampung Selatan menyisir pantai
Baca juga: BMKG cabut peringatan dini Tsunami

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar