BPBD Cianjur mencatat sembilan rumah rusak akibat gempa

id cianjur, bpbd cianjur, gempa sumur-banten

Dua rumah warga di Kampung Pasirkaso, Desa Cibadak, Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat gempa Sumur-Banten yang terasa cukup kencang dan lama, tercatat total rumah yang rusak di wilayah Cianjur, sebanyak sembilan rumah (Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat sembilan rumah di beberapa kecamatan mengalami kerusakan akibat gempa yang terpusat di Sumur-Banten dengan magnitudo 6,9.

Gempa Sumur-Banten, terasa cukup kencang dan lama dirasakan warga di seluruh Cianjur. Gempa mengakibatkan 5 rumah rusak berat di Desa Neglasari dan 1 di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, 1 rumah rusak ringan di Kecamatan Pasirkuda dan 2 rumah rusak berat di Kecamatan Cibeber.

"Rumah warga yang rusak berat tepatnya di Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda dan Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, termasuk beberapa rumah dilaporkan rusak ringan di kedua desa tersebut," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno saat dihubungi Sabtu.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan ke lokasi untuk melakukan penanganan tanggap darurat karena beberapa rumah mengalami keretakan di bagian dinding.

"Jangan sampai retakan bertambah parah dan menimbulkan korban apabila gempa kembali terjadi. Petugas dari BPBD masih menginventarisir informasi dari setiap kecamatan di Cianjur karena kemungkinan ada daerah lain yang terdampak gempa," katanya.

Pihaknya mengimbau warga untuk terus waspada, terutama untuk penduduk di pesisir pantai selatan."Kami mengimbau warga di pesisir pantai selatan Cianjur, untuk tetap waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda-tanda alam," katanya.

Sementara Kepala Desa Cibadak, Elan Suherlan mengatakan, dua unit rumah yang terdampak bencana berada di Kampung Pasir Kaso, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber.

Dua rumah warganya rusak berat di bagian dinding yang jebol akibat gempa yang terasa cukup keras dan berlangsung lama. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah sanak saudaranya karena tembok rumah jebol dan menimpa rumah semi permanen di sampingnya. Pihak desa akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk memberikan bantuan pada warga yang terkena dampak," katanya.

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar