Ketum Golkar sampaikan keprihatinan atas musibah gempa Banten

id Airlangga Hartarto, gempa banten,gempa jakarta

Arsip: Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak (kanan) saat mendampingi ketua umum DPP Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPD Golkar Jatim di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan rasa keprihatinannya atas terjadinya musibah bencana gempa bumi dengan
magnitudo 6,9 yang terjadi di Banten, Jumat (2/8) malam.

"DPP Partai Golkar turut merasa prihatin. Kami mendoakan semoga dengan penanganan yang dilakukan, segala kondisi kembali normal," kata Airlangga dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

Airlangga juga menyampaikan rasa keprihatinan mendalam terhadap masyarakat yang menjadi korban serta mengalami kerugian materi akibat gempa tersebut.

Baca juga: Operasional MRT sempat terhenti akibat gempa, kini normal kembali

Baca juga: Gempa guncang Jakarta, pelayanan transportasi normal

Baca juga: Dinding Gedung Fakultas Adab UIN Jakarta runtuh akibat gempa


Dia mengapresiasi langkah cepat pemerintah merespon tanggap bencana gempa di sejumlah wilayah. Airlangga mendoakan agar masyarakat terdampak gempa dapat diberikan ketabahan dan kekuatan untuk dapat kembali bangkit.

Lebih jauh, Airlangga yang juga merupakan Menteri Perindustrian itu mengatakan gempa Banten dengan magnitudo yang cukup kuat, mengingatkan seluruh pihak akan pentingnya bangunan anti gempa.

Dia menilai saat ini waktunya merintis rumah dan bangunan anti gempa di daerah rawan bencana gempa, guna meminimalkan jumlah kerugian maupun korban jiwa, manakala terjadi gempa.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,4 di barat daya Sumur, Banten pada Jumat pukul 19.03 WIB, yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Data kekuatan gempa kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,9, setelah peringatan tsunami diakhiri.

Pusat gempa terletak pada koordinat 104,75 derajat BT dan 7,32 derajat LS atau 164 km barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada kedalaman 48 km.

Episentrum gempa berada di wilayah Samudra Hindia di sebelah selatan Selat Sunda.

Sesaat setelah gempa, Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, dan Menteri sosial untuk bertindak cepat melakukan penanganan pasca gempa.

Kepala BNPB Doni Monardo langsung mengunjungi lokasi terdampak gempa pascabencana dan memimpin rapat penanggulangan di Kantor Camat Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Bupati Pandeglang Irna Narulita, dan sejumlah pejabat lainnya.

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu petang, gempa Banten menyebabkan ratusan rumah yang tersebar di 36 kecamatan di sembilan kabupaten/kota mengalami kerusakan.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar