Wiranto apresiasi rencana HPN 2020 di Papua

id Wiranto, menko polhukam, hpn,Menkopolhukam

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengapresiasi rencana peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang digelar di Papua.

"Bagi Kemenko Polhukam, rencana yang sangat bagus," kata Menko Polhukam Wiranto, di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikannya usai beraudiensi dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk membahas rencana peringatan HPN tersebut.

Dari PWI, hadir Ketua Umum Atal S Depari, Mirza Zulhadi (Sekjen), Suprapto (Wakil Sekjen), Peter F Gontha dan Asro Kamal Rokan sebagai anggota Dewan Kehormatan PWI.

Baca juga: PWI merencanakan peringatan HPN 2020 di Papua

Baca juga: PWI bakti sosial bagikan sembako peringati Hari Pers Nasional

Baca juga: Gubernur Khofifah ajak pers jaga Jatim jelang Pemilu 2019


Diakui Wiranto, penyelenggaraan HPN di Papua pasti membutuhkan pembiayaan yang sangat mahal, terutama dari aspek transportasinya.

Akan tetapi, kata dia, penyelenggaraan di Papua sangat penting dari sisi kewilayahan, serta untuk menjaga aspek persatuan dan kesatuan bangsa.

"Dari sisi kewilayahan, persatuan dan kesatuan bangsa, dan dari peran pers untuk memelihara persatuan nasional, sangat penting," tegas Wiranto.

Sebelumnya, PWI berencana menjadikan Papua sebagai tuan rumah peringatan HPN 2020, dengan berbagai agenda yang sedang dipersiapkan.

"Setiap tahun kan ada HPN. Kali ini kita rencanakan di Jayapura, di Papua," kata Ketua Umum PWI Atal S Depari.

Menurut dia, pemilihan Papua sebagai tuan rumah HPN 2020 merupakan inisiatif dari PWI untuk menunjukkan kepada dunia mengenai realitas yang terjadi di wilayah itu.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia. Mungkin melalui event pers nasional itu, HPN, bahwa Papua itu tidak seperti yang digambarkan selama ini," katanya.

Papua, kata dia, sudah sedemikian terbuka sebagaimana daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia, termasuk juga dengan akses transportasinya.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar