Walhi Sumsel pantau tiga kabupaten rawan Karhutla

id karhutla, cegah karhutla, antisipasi karhutla, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan

Satgas dan peralatan pendukung penanggulangan karhutla Sumsel. (Foto ANTARA News Sumsel/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Akrtivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan memantau tiga kabupaten yang pada puncak musim kemarau 2019 ini mulai banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan gambut.

"Ketiga daerah yang mulai terjadi dan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yakni Kabupaten Ogan Ilir, Komering Ilir, dan Kabupaten Banyuasin," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, M Hairul Sobri di Palembang, Selasa.

Daerah tersebut mulai dilanda kekeringan sehingga rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi mengakibatkan bencana kabut asap.

Melihat fakta di lapangan itu, diharapkan pemerintah daerah dan pihak berwenang melakukan berbagai tindakan yang dapat mencegah terjadinya Karhutla sehingga dapat dihindari bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Kondisi daerah rawan Karhutla itu akan terus dipantau, sehingga bisa dilakukan berbagai tindakan yang dapat menyelamatkan lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak negatif musim kemarau itu, kata Sobri.
 
Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan pada puncak kemarau tahun ini, meninjau posko penanggulangan Karhutla guna melihat kesiapan anggota dan peralatan pemadaman titik api di sejumlah kabupaten di provinsi setempat.

Kegiatan penanggulangan Karhutla yang telah dilakukan satgas beberapa bulan terakhir diminta untuk dintensifkan karena mulai terjadi kebakaran lahan gambut seperti di Kabupaten Ogan Ilir.

Dengan mengintensifkan operasi darat dan udara penanggulangan Karhutla di sejumlah daerah rawan terbakar diharapkan dapat mencegah kebakaran besar yang menimbulkan bencana kabut asap di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu, kata Gubernur.*

Baca juga: BPPT: Kemenko PMK rekomendasikan TMC karhutla Sumsel dan Kalsel

Baca juga: Gubernur optimistis Sumsel bebas kabut asap

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar