Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan periksa kesehatan hewan kurban

id periksa hewan kurban,hewan kurban ,Idul adha,idul Adha 1440 H,kesehatan hewan kurban,layak makan,layak konsumsi

Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun saat melakukan pemeriksaan hewan kambing di wilayah Wonoasri, Kabupaten Madiun. Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan layak kurban, sehingga aman dikonsumsi.  (Istimewa/Antara)

Magetan (ANTARA) - Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Jawa Timur, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang marak dijual di sejumlah lokasi di wilayah setempat menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Santi Trisnawati mengatakan, pemeriksaan bertujuan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan layak kurban, sehingga aman dikonsumsi.

"Pemeriksaan ini sudah kami lakukan rutin menjelang Idul Adha. Secara umum, hewan kurban yang dijual di Magetan dalam kondisi baik. Hingga sekarang belum ditemukan adanya penyakit menular pada hewan ternak yang dijual untuk kurban," ujar Santi kepada wartawan di Magetan, Selasa.

Adapun, pemeriksaan di antaranya dilakukan di Pasar Hewan Parang, Magetan. Petugas memeriksa sapi maupun kambing yang dijual di pasar tersebut untuk kurban.

Petugas memeriksa fisik hewan, seperti kondisi gigi guna memastikan hewan tersebut telah cukup umur untuk dijadikan hewan kurban. Petugas juga memeriksa bagian mata, kuku, dan bulu dari hewan.

Setelah diperiksa, petugas memberikan "neck tag" pada hewan kurban sebagai tanda bahwa hewan kurban tersebut telah diperiksa petugas.

"Selain itu, petugas juga memberikan surat keterangan bahwa hewan tersebut telah diperiksa dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban," kata Santi.

Sementara, kegiatan pemeriksaan hewan juga dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun di wilayahnya.

Petugas dokter hewan dinas setempat, Bagus Sri mengatakan pemeriksaan dilakukan di titik-titik yang biasa digunakan sebagai lokasi penjualan kambing dadakan.

"Di antaranya lima titik yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni, di Kecamatan Mejayan, Wonoasri, dan Wungu," kata Bagus Sri.

Hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah kambing yang sakit mata. Selain itu, petugas juga menemukan dua ekor kambing yang belum poel, sehingga tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.

Petugas menambahkan, pemeriksaan hewan kurban akan rutin dilakukan hingga menjelang Idul Adha mendatang.

Selain pemeriksaan hewan, pada saat hari raya Idul Adha nanti pihaknya juga akan menurunkan tim ke lapangan untuk memeriksa daging hewan kurban di tempat-tempat penyembelihan. Baik di rumah potong hewan maupun tempat penyembelihan hewan kurban lainnya yang ditunjuk.

Baca juga: Kementan perkirakan kebutuhan kambing/domba untuk kurban 25 juta ekor

Baca juga: Pedagang anggap SKKH penting untuk bukti standar hewan kurban

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar