Krisis air bersih dialami sejumlah desa di Kabupaten Lebak

id lebak,banten,desa krisis air

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendistribusikan air bersih ke desa yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang pada 2019. (FOTO ANTARA/dok BPBD Lebak).

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan sejumlah desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir pada musim kemarau 2019, yang menyebabkan air bawah tanah dari sumur maupun "jetpum" listrik mengering.

"Kami setiap hari mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih itu," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Rabu.

Sejumlah desa yang dilanda krisis air bersih itu di antaranya Desa Sukaraja, Padasuka, Harjamukti, Banjarsari, Paja, Wantisari, Bojongmanik, Mekarsari, dan Lebak Pariang

Masyarakat dari desa itu berada di Kecamatan Warunggunung, Leuwidamar, Bojongmanik, Sajira dan Wanasalam.

Untuk keperluan mandi,cuci dan kakus (MCK),  warga terpaksa memanfaat air permukaan, seperti aliran sungai hingga membuat lubang-lubang di tepi sungai agar dapat menampung air.

Selain itu, kata dia, warga sejak dini hari mengantre untuk mengambil air di mata sumber air yang ada di sekitar perbukitan.

Sementara masyarakat yang mampu ekonomi membeli air bersih dari angkutan tangki dari Pandeglang yang biasanya mengirim ke depot air minum di sekitarnya.

Ia menjelaskan krisis air bersih tersebut diperkirakanberlangsung lama sehingga dikhawatirkan menimbulkan permasalahan kesehatan.

Selama ini, katanya, masyarakat yang dilanda krisis air bersih akibat belum tersentuh jaringan PDAM setempat.

"Kami merekomendasikan ke PDAM setempat agar warga dapat terlayani pasokan air bersih," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang mendapat bantuan distribusi air bersih itu setelah mengajukan permohonan kepada pemerintah Kabupaten Lebak.

Di samping itu, katanya, juga harus diketahui kepala desa dan camat, karena menggunakan anggaran daerah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami mengerahkan sebanyak tiga kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih itu," kata Madias.

Jubaedah, warga Desa Mekarsaridi Kecamatan Sajira mengaku bahwa dirinya merasa bersyukur bisa mendapat bantuan air bersih dari BPBD.

"Kami sangat terbantu pasokan air bersih itu untuk keperluan MCK selama tiga hari ke depan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Suhaya, menjelaskan bahwa warganya berlangsung satu bulan lebih kesulitan mendapat air bersih karena sumur-sumur mengering akibat kemarau.

Krisis air bersih itu akhirnya mendapat bantuan distribusi air bersih dari BPBD setelah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah.

"Kami berharap BPBD bisa memenuhi persediaan air bersih untuk warganya," katanya.

Baca juga: Lima kecamatan di Lebak krisis air bersih

Baca juga: Air bersih 76.000 liter disalurkan bantu bencana kekeringan di Lebak

Baca juga: 1.100 KK di Lebak kesulitan air bersih

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar