Konstruksi rumah warga korban banjir dibuat tahan api

id Rumah korban banjir, sentani, jayapura

Sekda Kabupaten Jayapura Hanna Hikoyabi. (Humas Pemkab Jayapura)

Jayapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura Hanna Hikoyabi mengatakan pembangunan rumah bagi warga korban banjir bandang di Sentani akan dibuat tahan api.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Rabu, Sekda Hanna Hikoyabi mengatakan pembangunan rumah bagi warga korban banjir khususnya untuk warga Kemiri, akan diselesaikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Jakarta dalam waktu dekat.

Hanna mengatakan konsep konstruksi rumah yang akan dikerjakan tidak main-main. Bangunannya akan dibuat tanpa kayu dengan hanya menggunakan baja ringan.

"Konstruksi bangunan semacam itu merupakan rumah anti api. Besok mereka (Budha Tzu Chi) kembali datang," kata Sekda Hanna Hikoyabi di Gunung Merah Sentani, Jayapura.

Pemkab Jayapura saat ini sedang mengupayakan penyelesaian pembayaran lahan pembangunan rumah tersebut kepada pihak pemilik tanah bersertifikat. Menurut Hanna, tak ada kendala yang dihadapi pemerintah dalam hal proses pembayaran lahan tersebut.

"Ada progres yang sudah dilakukan saat ini dan persiapan pengerjaan rumah ini sedang dalam proses. Kami mengupayakan agar rumah ini segera dibangun," ungkap mantan Kepala Bappeda Jayapura itu.

Selain itu pemerintah juga saat ini tengah mendata jumlah sebenarnya warga Kampung Kemiri yang menjadi korban bencana alam banjir bandang pada Sabtu, 16 Maret lalu itu agar rumah yang dibangun nantinya diberikan by name by address.

"Yayasan Buddha Tzu Chi sudah melihat lokasi yang akan dibangun dan mereka setuju yang terpenting adalah lahan sudah dibebaskan sehingga mereka tinggal menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah tersebut," katanya.*

Baca juga: Pemprov Papua masih berkoordinasi terkait pemulangan korban banjir

Baca juga: Garbi salurkan bantuan kepada korban banjir Sentani

Baca juga: ANTARA Papua serahkan bantuan kepada warga korban banjir

Pewarta : Arief Mujayatno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar