Jakarta (ANTARA Jogja) - Atraksi 600 wisatawan Indonesia bermain angklung dengan membawakan lagu "I Have a Dream" di atas kapal pesiar terbesar keempat di dunia, Voyagers of the Seas, Jumat masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia saat kapal tersebut tengah berada di Perairan Malaysia.

Penganugerahan Muri dilakukan langsung oleh ketuanya, Jaya Suprana kepada Presiden Direktur PT Pazia Pillar Mercycom yang menjadi penggagas acara tersebut, Yuliasiane Sulistiyawati serta pimpinan Synergy Production, Eddy Efendy, di atas kapal pesiar tersebut yang tengah berada di Perairan Malaysia, Jumat.

Jaya Suprana mengaku dirinya terharu dengan dimainkannya musik angklung tersebut di atas kapal pesiar karena ini merupakan yang pertama kalinya dari enam ribu yang masuk ke dalam MURI.

"Saya sudah hampir memberikan enam ribu piagam, tapi belum pernah ada atraksi seperti ini," katanya.

"Ini peristiwa bersejarah, bermain angklung di atas kapal pesiar," katanya.

Karena itu, kata dia, piagam rekor dunia ini dianugerahkan kepada penyelenggara acara.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Pazia Pillar Mercycom, Yuliasiane Sulistiyawati menyatakan ide menggelar acara tersebut tidak lain untuk memperkenalkan alat musik tradisional asal Indonesia kepada dunia.

"Ini juga untuk mempertahankan kesenian tradisional Indonesia," katanya.

Sekaligus juga, dirinya meluncurkan program Android permainan angklung yang bisa didownload secara gratis oleh seluruh pengguna komputer jenis tablet di seluruh dunia.

Dalam konser itu sendiri dipimpin oleh konduktor, Mugi Pangestu, dengan memberikan pelatihan singkat sekitar 10 menit kepada wisatawan asal Indonesia, cara bermain angklung.

Dirinya hanya memberikan aba-aba melalui jari tangannya kemudian diikuti oleh peserta konser tersebut, dua lagu yang dimainkan yakni lagu tradisional asal Jawa Barat dan lagu berjudul "I Have a Dream" yang dipopulerkan boysband asal Amerika Serikat (AS), Westlife.

Dalam acara itu juga, tampak sejumlah wisatawan dari sejumlah negara lainnya ikut memainkan alat musik yang terbuat dari bambu itu, dan mereka tampak bersemangat dan bertanya-tanya asal muasal angklung.
(R021)

 


Pewarta :
Editor : Agus Priyanto
Copyright © ANTARA 2024