Jogja (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Yayasan Damandiri mendirikan Toserba Posdaya sebagai wadah untuk menjual produk-produk industri rumah tangga atau usaha mikro di wilayah setempat.

"Dalam mengembangkan usaha-usaha mikro, pasar menjadi masalah bagi mereka. Toserba Posdaya yang sekaligus sebagai perkulakan merupakan salah satu solusinya ketika kondisi pasar sudah lebih banyak dikuasai oleh pelaku ekonomi tertentu," kata Sekretaris yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya di Kulon Progo, Senin.

Menurut dia, Toserba Posdaya merupakan solusi untuk menaungi usaha-usaha kecil yang semakin tergusur dengan menjamurnya pasar modern atau toko modern di tingkat perdesaan.

Kata dia, Yayasan Damandiri mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Kulon Progo bahwa Toserba Posdaya tidak hanya menjual barang impor tapi juga memasarkan produk-produk lokal.

"Saat saya menjabat menteri Koperasi di era pemerintahan Suharto yakni dengan mendirikan pusat perkulakan GORO yang pada saat itu telah sejajar dengan pusat perkulakan yang telah lebih dahulu ada, namun seiring dengan tumbangnya pemerintahan Suharto, GORO juga turut serta hilang," kata dia.

Sementara, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan, pemerintahnya sedang menggalkan semangat "beli dan bela Kulon Progo" maupun cinta produk Indonesia.

Toserba ini telah mempunyai 40 outlet. Syarat outlet adalah dari kelompok orang miskin bahkan yang ditempati sebagai warung adalah orang miskin tetapi punya semangat untuk maju, jujur dan menghayati kemiskinan.

Ketua Koperasi Serba Usaha Binangun, yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Ekuin, Sumarsana, mengatakan Toserba Posdaya didirikan dari empat koperasi primer masing-masing Koperasi Posdaya Pengasih, Koperasi Sumber Rejeki Setda, Koperasi Dinas Kesehatan dan Koperasi Serba Usaha Gotong royong dan kerja sama dengan Yayasan Damandiri, Inkoptama (Induk Koperasi Wredatama) dan Kopanti (Koperasi Pedagang Kaki Lima Panca Bhakti) Bandung.

Selain melayani pembelian umum seperti swalayan juga sebagai perkulakan terutama dari warung KAKB (Kelompok Asuh Keluarga Binangun) yang merupakan usaha kelompok 10 kepala keluarga terdiri empat KK sejahtera dan enam kurang sejahtera, yang merupakan salah satu usaha pengentasan kemiskinan.


(KR-STR)