Bantul (ANTARA Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengusulkan bantuan sebanyak 50 traktor dan pompa air untuk kalangan petani di daerah ini guna meningkatkan kualitas hasil panenan.

"Kami memberikan respon positif bantuan alat pertanian seperti traktor atau pompa air dari pemerintah ini, makanya kami akan mengusulkan lagi tambahan alat-alat pertanian sebanyak 50 unit tahun depan," kata Anggota Komisi B DPRD Bantul, Ahmad Badawi di Bantul, Rabu.

Usai menghadiri penyerahan traktor dan pompa air dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul kepada kelompok tani di Dusun Klisat, Desa Srihardono, ia mengatakan penambahan alat pertanian akan diajukan pada APBD perubahan 2013 atau APBD tahun anggaran 2014.

Menurut dia, penambahan bantuan alat pertanian tersebut diperlukan, karena saat ini masih banyak petani yang membutuhkan, idealnya dalam satu kecamatan terdapat 150 traktor untuk para petani.

"Saat ini masih ada sebanyak 56 kelompok tani yang mengajukan bantuan traktor serta 12 kelompok tani yang mengajukan bantuan pompa air. Nanti pas perubahan, akan kami usulkan 50 unit, sebanyak 15 unit di antaranya untuk Kecamatan Pundong," katanya.

Ia mengatakan, harga traktor tiap unitnya berkisar antara sebesar Rp23 juta hingga Rp30 juta, selain traktor dan pompa air, pihaknya juga mengusulkan penambahan bantuan mesin perontok padi dan pencacah pupuk.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani `Subur Makmur` Tukijo mengatakan, saat ini kelompok yang beranggotakan sekitar 200 petani yang mendapat bantuan satu unit traktor dirasakan masih kurang.

Traktor dan pompa air tersebut, kata dia nantinya akan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dirawat serta digunakan secara bergiliran oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan.

"Selama ini, kami menyewa di pedukuhan lain karena tidak ada petani yang punya traktor. Selain itu, kami juga membutuhkan mesin pencacah pupuk kompos, sehingga selama ini para petani hanya membuat pupuk dengan menumpuk daun," katanya.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor : Hery Sidik
Copyright © ANTARA 2026