Jogja (ANTARA Jogja) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta dan Jurusan Fisika Universiti Putera Malaysia mengadakan program pertukaran mahasiswa.
"Program tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universiti Putera Malaysia (UPM). Kerja sama kedua universitas itu sudah dirintis sejak lama," kata Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY Hartono di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, salah satu realisasi dari program pertukaran mahasiswa tersebut adalah enam mahasiswa Jurusan Fisika UPM "sit in" di Fakultas MIPA UNY selama dua minggu. Selama di UNY mereka mengikuti beberapa mata kuliah di antaranya fisika dasar, fiber optik, astronomi, dan fisika atom inti.
"Selain itu, mereka juga melawat ke beberapa sekolah di Yogyakarta dan mengikuti kegiatan lain yang diadakan Fakultas MIPA UNY," katanya.
Ia mengatakan kerja sama tersebut ke depan diharapkan dapat dikembangkan dengan program lain, di antaranya program pembimbingan tugas akhir. Selain itu, para dosen juga bisa saling bekerja sama di bidang riset.
"Program lain yang juga bisa dikembangkan adalah alih kredit, misalnya kuliah satu semester dan mengambil beberapa mata kuliah itu, bisa diakui di UPM dan sebaliknya. Namun, hal ini perlu proses untuk
`benchmarking` kurikulum," katanya.
Mahasiswa UPM peserta "sit in" di UNY, Siti Nor Aliffah Mustaffa mengatakan dirinya banyak menimba pengalaman terutama dari segi perbedaan akademik. Dirinya telah dikenalkan ilmu-ilmu yang belum ada di UPM seperti mata kuliah astronomi dan "fiber optic".
Menurut dia, dari segi praktikum juga ada perbedaan. Jika di UNY dirinya harus membuat instrumentasi sendiri, sedangkan UPM telah tersedia instrumentasinya.
Dari segi konsep, kata dia, pembelajaran hampir sama, yakni antara dosen dan mahasiswa bisa berkomunikasi secara dekat.
"Teman-teman mahasiswa dari UNY banyak membantu dalam memahami materi yang diberikan, karena perbedaan bahasa, sedikit membuat kami kesulitan memahami," katanya.
(B015)