Dosen diharapkan terlibat pengabdian masyarakat
Rabu, 12 Maret 2014 23:06 WIB
Universitas Islam Indonesia
Jogja (Antara Jogja) - Dosen sebagai sivitas akademika diharapkan terlibat secara aktif dalam program pengabdian masyarakat, kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Widodo Brontowiyono.
"Dosen selain aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian, juga dituntut terlibat dalam pengabdian masyarakat sebagai upaya memberdayakan masyarakat," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Pada lokakarya "Meraih Hibah Pengabdian Eksternal", ia mengatakan sebenarnya untuk bidang penelitian Universitas Islam Indonesia (UII) termasuk cukup baik, tetapi untuk bidang pengabdian masyarakat masih perlu banyak penyempurnaan.
"Kami berharap lokakarya itu dapat mendorong peningkatan pengabdian UII kepada masyarakat. Berkaitan dengan hal itu selama ini UII telah bekerja sama dengan Pertamina dalam beberapa program," katanya.
Menurut dia, beberapa program itu antara lain "Pertamina Goes to Campus" dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina. UII telah beberapa kali menjadi tuan rumah pelaksanaan program-program tersebut.
"Peran UII dalam pengabdian masyarakat sangat dibutuhkan sehingga masyarakat lebih berdaya secara ekonomi. Sebuah survei menyatakan bahwa DIY termasuk salah satu provinsi dengan jumlah penduduk miskin yang banyak di Pulau Jawa," katanya.
Ernayetti yang menangani CSR bidang pendidikan PT Pertamina Persero mengatakan perusahaannya memiliki program yang dinamakan Pertamina Sobat Bumi. Program tersebut merupakan sebutan untuk semua kegiatan Pertamina yang terkait dengan bidang CSR.
"Khusus dalam bidang pendidikan, selama ini Pertamina sering melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dalam pengabdian masyarakat, salah satunya seperti yang telah dilakukan dengan UII," katanya.
Meskipun demikian, kata dia, dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak ditemukan ketidaksesuaian dalam pengalokasian dana, sehingga persentase dana yang digunakan oleh personel pengusul lebih besar dibandingkan dana untuk pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
(B015)
"Dosen selain aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian, juga dituntut terlibat dalam pengabdian masyarakat sebagai upaya memberdayakan masyarakat," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Pada lokakarya "Meraih Hibah Pengabdian Eksternal", ia mengatakan sebenarnya untuk bidang penelitian Universitas Islam Indonesia (UII) termasuk cukup baik, tetapi untuk bidang pengabdian masyarakat masih perlu banyak penyempurnaan.
"Kami berharap lokakarya itu dapat mendorong peningkatan pengabdian UII kepada masyarakat. Berkaitan dengan hal itu selama ini UII telah bekerja sama dengan Pertamina dalam beberapa program," katanya.
Menurut dia, beberapa program itu antara lain "Pertamina Goes to Campus" dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina. UII telah beberapa kali menjadi tuan rumah pelaksanaan program-program tersebut.
"Peran UII dalam pengabdian masyarakat sangat dibutuhkan sehingga masyarakat lebih berdaya secara ekonomi. Sebuah survei menyatakan bahwa DIY termasuk salah satu provinsi dengan jumlah penduduk miskin yang banyak di Pulau Jawa," katanya.
Ernayetti yang menangani CSR bidang pendidikan PT Pertamina Persero mengatakan perusahaannya memiliki program yang dinamakan Pertamina Sobat Bumi. Program tersebut merupakan sebutan untuk semua kegiatan Pertamina yang terkait dengan bidang CSR.
"Khusus dalam bidang pendidikan, selama ini Pertamina sering melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dalam pengabdian masyarakat, salah satunya seperti yang telah dilakukan dengan UII," katanya.
Meskipun demikian, kata dia, dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak ditemukan ketidaksesuaian dalam pengalokasian dana, sehingga persentase dana yang digunakan oleh personel pengusul lebih besar dibandingkan dana untuk pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor : Masduki Attamami
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rektor UIN Suka: Empat kemampuan berpikir sebagai fondasi pendidikan di era AI
28 September 2026 19:51 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Rektor UIN Suka: Empat kemampuan berpikir sebagai fondasi pendidikan di era AI
28 September 2026 19:51 WIB