Solo (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Kota Surakarta untuk sementara tidak mengeluarkan izin pertandingan sepak bola babak 32 besar nasional Piala Soeratin yang rencana di Stadion Manahan Solo, 27-31 Oktober 2014.

Panitia Pelaksana Pertandingan Persis Junior U-18 Mahendra Wiseno di Solo, Kamis, mengatakan dampak kerusuhan suporter sepak bola di Stadion Manahan Solo pada Rabu (22/10) sore tersebut, Persis Junior yang ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Soeratin membatalkan pertandingan.

Pihaknya selaku panpel lokal sudah mendapat surat dari Polresta Surakarta bahwa tidak ada lagi izin pertandingan sepak bola di Kota Solo sampai waktu yang belum ditentukan.

Oleh karena itu, kata dia, penyelenggaraan pertandingan 32 besar nasional Piala Soeratin yang rencana digelar di Solo, secara otomatis tidak ada izin.

Persis Junior yang menjadi tuan rumah bersama satu grup dengan PSS Junior Sleman, Ascab Sintang, dan Jember United, dipastikan batal dimainkan di Kota Solo.

"Pelaksanaan pertadingan Piala Soeratin karena tidak ada izin otoritas keamanan di Kota Solo, maka harus dilakukan di luar Kota Solo," katanya.

Kendati demikian, pihaknya selaku pengurus Persis Junior telah meminta kepada PSSI agar memindahkan pelaksanaan pertadingan Piala Soeratin di daerah lain yang menjadi tuan rumah. "Kami sudah melakukan koordinasi dengan PSSI soal pengganti venue tuan rumah. Hal ini, lokasi pertandingan pengganti Solo keputusan ke PSSI," katanya.

Pengurus Persis Junior mengusulkan agar pertandingan Piala Soeratin digelar di markas Jember United, di Jember, Jawa Timur.

Kerusuhan suporter sepak bola pendukung Persis Solo usai pertandingan antara tim tuan rumah melawan Martapura FC di Stadion Manahan Jawa Tengah, Rabu (22/10) petang, menyebakan satu korban tewas dan belasan orang luka-luka.

Satu korban tewas tersebut, yakni seorang suporter Pasoepati, Joko Riyanto, warga Ngaliyan RT 07 RW 02, Pelem, Simo, Boyolali. Dia mengalami luka lubam akibat terkena benda tajam di dada kanannya sedalam sekitar delapan centimeter hingga mengenai paru-paru.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah mengatakan jenazah korban setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Semarang, Kamis pagi, kemudian dibawa ke rumah duka di Simo, Boyolali, untuk dimakamkan.

Akibat kejadian tersebut, pihaknya untuk sementara tidak merekomendasikan terlebih dahulu untuk pertandingan sepak bola di Stadion Manahan.

(B018)

Pewarta : Oleh Bambang Dwi Marwoto
Editor : Masduki Attamami
Copyright © ANTARA 2024