Sleman, (Antara Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo menyatakan bahwa pengembangan budi daya udang galah dan padi merupakan solusi sinergi antara sektor pertanian dan perikanan yang selama ini sering timbul masalah dalam penggunaan air.

"Model udang galah padi diharapkan dapat menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani," kata Sri Purnomo, Kamis.

Menurut dia, perikanan dan pertanian tanaman pangan, bagaikan dua sisi mata uang. Jika perikanan yang dikembangkan, akan mempengaruhi produktifitas sektor pertanian tanaman pangan.

"Namun demikian, model pola budi daya udang galah padi ini, dapat menjawab persoalan tersebut. Dengan model ini, diharapkan antara perikanan dan budidaya tanaman pangan menjadi sinergi. Petani dapat bersama-sama membudidayakan udang sekaligus menanam padi," katanya.

Ia mengatakan, jika ini berhasil tentunya dapat semakin memantapkan upaya Kabupaten Sleman dalam menguatkan ketahanan pangan.

"Budi daya udang galah bersama padi (ugadi) menjadi salah satu kegiatan sebagai usaha alternatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya. Usaha budidaya Ugadi ini dapat meningkatkan pendapatan petani karena udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi serta mencegah fungsi alih lahan sawah dan urbanisasi," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, hal tersebut dapat dilihat dari gambaran produksi udang galah dan padi yang meningkat dibandingkan sebelumnya pada kelompok tani Mina Jaya, Berbah dan Kelompok Mina Muda di Pakem.

"Produksi padi 6,2 ton setelah di mina udang galah, produksinya menjadi 6,6 ton per hektare. Sedangkan produksi udang galah per hektare mencapai 1,2 ton," katanya.

Ia mengatakan, pengembangan ugadi juga dapat meningkatkan kapasitas produksi perikanan serta semakin menjadikan produk perikanan Sleman semakin beragam.

"Jika selama ini, produksi perikanan Sleman didominasi komoditas nila, lele dan gurami, ke depan diharapkan udang galah dapat melengkapi keanekaragaman produk perikanan Sleman," katanya.***3***

(U.V001)