Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membagikan 20 unit traktor roda dua kepada 20 kelompok tani guna mempercepat pengolahan tanah pada masa tanam.

Kepala Seksi Produkai Tanaman Pangan Bidang Tanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo Wazan Mudzakir di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani sering mengeluhkan terlambatnya pengolahan tanah dikarenakan belum tersedianya alat mesin pertanian, seperti traktor roda dua.

"Kami telah menyerahkan 20 unit traktor roda dua dari Satuan Kerja Pangan DIY kepada 20 kelompok petani. Kami berharap bantuan traktor ini dapat mempercepat pengolahan tanah setiap masa tanam," kata Wazan.

Ia mengatakan di Kulon Progo telah memberlakukan pola dan tata tanam. Sesuai aturan itu, saat air mengalir, tanah bisa diolah dan langsung tanam. Selama ini, di lapangan ada keluhan dari petani bahwa saat olah tanah, jumlah traktor kurang.

"Kemudian, kami mengupayakan bantuan melalui pusat, provinsi dan kabupaten. Sumber bantuan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) sangat banyak. Khusus anggaran dari kabupaten untuk pengadaan traktor capung untuk mengolah lahan pertanian di sawah berbukit-bukit," katanya.

Wazan mengatakan pemkab kesulitan meminta bantuan traktor capung dari pusat dan provinsi. Sehingga, dianggarkan melalui APBD kabupaten. Begitu juga, pemkab kesulitan mengajukan bantuan traktor rotari.

Pemerintah pusat dan provinsi memprioritaskan bantuan traktor roda dua untuk singkal. Harapannya, ketikan membajak dengan singkal, pengolahan tanah menjadi sempurna, karena pengolahan tanah lebih dalam. 

"Ketika pengolahan tanah lebih dalam dan sempurna, akan menghasilkan tanah yang sehat dan kesuburanya terjaga. Artinya, hasil produksi pertanian juga meningkat," kata Wazan.

Staf Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Wiwoho mengatakan setiap tahun, pemkab memberikan bantuan traktor capung kepada kelompok tani di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo. Traktor jenis ini cocok untuk mengolah tanah yang berada di pegunungan dengan sistem terasiring.

"Bantuan traktor capung antara 10 hingga 15 unit per tahun," katanya.
(T.KR-STR/B/A. Wijaya)
 

Pewarta : Sutarmi
Editor : Agus Priyanto
Copyright © ANTARA 2024