Jakarta (ANTARA) - Feyenoord hanya bisa memetik satu poin kala kedatangan tamu FC Utrecht dalam laga yang berakhir 1-1 pada pekan ke-10 Liga Belanda yang berlangsung di Stadion De Kuip, Rotterdam, Minggu.

FC Utrecht, yang saat ini menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia, mampu unggul lebih dulu berkat gol Mark van der Maarel, akan tetapi Lutsharel Geertruida memaksa kedua tim harus berbagi satu poin, demikian catatan resmi Liga Belanda.

Dengan hasil tersebut Feyenoord tetap di posisi tiga dengan raihan 22 poin, namun posisi mereka riskan disalip PSV Eindhoven yang baru akan memainkan laga lebih larut. Adapun Utrecht bergeming di urutan sembilan dengan sebelas poin.



Meski Feyenoord mampu menguasai penguasaan bola, mereka kesulitan menembus lini pertahanan Utrecht. Dari sembilan percobaan tendangan hanya dua yang mengenai sasaran.

Sebaliknya FC Utrecht yang banyak memaksimalkan serangan balik setidaknya sukses mencatatkan tujuh tendangan mengarah gawang dari 16 kali percobaan.

Dalam lima menit awal, Utrecht menciptakan tiga peluang. Satu peluang berbahaya berkat aksi Mimoun Mahi, sayang sepakan kaki kirinya menyamping tipis di sisi kiri gawang Nick Marsman.

Tuan rumah harus kecolongan pada menit ke-50. Berawal dari situasi tendangan sudut, bola tak mampu dihalau bek Feyenoord dan mendarat tepat di kaki Maarel. Ia lantas melepaskan sontekan yang sulit dijangkau kiper.

Tertinggal 0-1 membuat tim besutan Dick Advokaat itu langsung meningkatkan intensitas serangan. Lutsharel Geertruida memaksa kedudukan kembali imbang 1-1 setelah melakukan sontekan, menerima umpan sundulan Marcos Senesi.



Sementara dalam pertandingan lain, Groningen menang tipis saat menjamu Willem II 1-0 dalam laga yang digelar di Hitachi Capital Mobility. Satu-satunya gol dalam laga itu dibukukan Ahmed El Massaoudi pada menit ke-63.

Kemenangan ini membuat Groningen naik satu strip ke posisi tujuh dengan mengumpulkan 11 poin. Sementara Willem II terperosok ke posisi 15 dengan raihan delapan poin.

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024