Beijing (ANTARA) - Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat tujuh kasus kematian akibat COVID-19 dalam sepekan terakhir dan semua kasus kematian tersebut berada di Beijing, demikian laman resmi NHC, Rabu.

Otoritas kesehatan tersebut juga menyerukan kepada para petugas medis dan dokter lebih cermat mengklasifikasi dan menetapkan status kesehatan sebagian besar masyarakat terkait dengan lonjakan kasus COVID-19 yang diduga dipicu oleh BF.7, subvarian baru Omicron.

Aparat lingkungan permukiman harus memantau kondisi kesehatan warganya yang berusia lanjut yang memiliki penyakit bawaan, demikian NHC.

Pakar epidemiologi terkemuka di China Wang Guiqiang menyatakan bahwa kematian pasien COVID-19 disebabkan oleh penyakit bawaan.

Penyakit bawaan yang menyebabkan kematian tersebut sehingga tidak dihitung sebagai kasus kematian karena infeksi Omicron, demikian Wang yang menjabat Direktur Departemen Infeksi Menular Peking University First Hospital.

Ia bersikukuh bahwa banyaknya kasus kematian pasien COVID-19 penyebabnya adalah penyakit bawaan.

Meskipun Omicron masih menjadi penyebab pneumonia dalam beberapa kasus, jarang sekali menyebabkan kegagalan pada saluran pernapasan, demikian Wang dikutip Global Times.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kematian yang disebabkan pneumonia atau kegagalan pada saluran pernapasan akibat virus corona diklasifikasi sebagai kasus kematian karena COVID-19.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tujuh kasus kematian dalam sepekan akibat COVID-19 di China

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024