Jakarta (ANTARA) - Kate Middleton dan Pangeran William kembali melakukan tradisi keluarga kerajaan pada Natal tahun ini.

Sebagaimana dilansir People pada Senin, pasangan itu, bersama ketiga anak mereka, Pangeran George, 9, Putri Charlotte, 7, dan Pangeran Louis, 4, bergabung dengan Raja Charles III, Ratu Camilla, dan anggota keluarga kerajaan lainnya dalam menghadiri kebaktian liburan di Gereja St. Mary Magdalena di Norfolk.

Meskipun Pangeran George dan Putri Charlotte telah melakukannya pada tahun 2019, ini adalah yang pertama bagi Pangeran Louis.

Kate mengenakan mantel hijau dan Putri Charlotte mengenakan warna merah untuk tamasya Natal. Sementara itu, Pangeran William, Pangeran George dan Pangeran Louis mengenakan busana dengan nuansa biru.

Pangeran William dan Pangeran George mengenakan jas dengan dasi, sedangkan Pangeran Louis mengenakan mantel berwarna biru dongker, celana pendek dan kaus kaki selutut.

Acara ini menandai kembalinya tradisi tamasya Natal kerajaan setelah keluarga merayakannya secara terpisah selama dua tahun terakhir di tengah pandemi COVID-19.

Tamasya itu juga merupakan tamasya Natal pertama bagi William dan Kate, sebagai Pangeran dan Putri Wales. Raja Charles secara resmi memberikan gelar kepada putra dan menantu tertuanya hanya sehari setelah Ratu Elizabeth II meninggal pada bulan September.

Raja Charles (74) dan Ratu Camilla (75) sebelumnya mengumumkan bahwa mereka akan menyelenggarakan Natal di Sandringham, tanah pedesaan tercinta Ratu Elizabeth di Norfolk, sesuai dengan tradisi keluarga yang telah berlangsung lama.

Mereka juga akan mempertahankan tradisi lain, seperti pertukaran hadiah di Malam Natal. Setelah mengunjungi gereja, para bangsawan akan berkumpul di Sandringham untuk makan siang kalkun panggang diikuti dengan puding buah kukus, sebelum mereka semua duduk untuk menonton pidato Natal pertama Raja Charles pada pukul 3 sore.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kate Middleton dan Pangeran William lakukan tradisi Natal kerajaan

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024