Jakarta (ANTARA) - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) turut menanggapi rencana pemerintah untuk menggunakan pendekatan gereja sebagai upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Gereja dapat saja memfasilitasi untuk membebaskan Philip," kata Sekretaris Eksekutif Keadilan dan Perdamaian KWI Romo Marthen Jenarut saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.



Marthen menjelaskan penyanderaan terhadap Philip telah menjadi keprihatinan bersama. Ia menilai penyanderaan tersebut merupakan salah satu bentuk pembatasan hak hidup setiap manusia.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa dalam konteks pembebasan Philip, gereja selalu menganjurkan pendekatan dialog dengan penuh keterbukaan dan kerendahan hati.

"Pendekatan gereja selalu dalam konteks kasih serta menghargai harkat dan martabat semua pihak yang terlibat dalam masalah ini," ujarnya.



Oleh karena itu, ia menyebut gereja tidak merestui cara-cara represif untuk membebaskan pilot Philip.

"Cara-cara represif tidak akan menyelesaikan akar masalahnya. Prinsip utama dalam menyelesaikan penyanderaan ini adalah mengedepankan dialog," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto dengan tiga tokoh asal Nduga, Papua, membicarakan upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB melalui pendekatan gereja.

"Mereka tiga tokoh asal (Nduga) juga ingin membantu, terutama dengan pendekatan gereja yang bisa membantu supaya pilot Philip Merthens ini bisa segera dibebaskan," kata Hadi saat ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Pendekatan gereja dipilih lantaran mayoritas warga di Papua menganut agama Kristen dan Katolik.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KWI sebut gereja dapat memfasilitasi untuk membebaskan pilot Philip

Pewarta : Rio Feisal
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024