Jakarta (ANTARA) - Gaya riasan bibir masyarakat Indonesia terus mengalami evolusi, seiring dinamika industri kosmetik yang kian pesat. Salah satu tren yang saat ini tengah naik daun adalah penggunaan lip tint dengan hasil akhir matte.

“Lip tint di Indonesia itu banyak banget macamnya, dan itu mengikuti apa juga yang dicari sama konsumen,” ungkap Brand General Manager Maybelline Indonesia Antania Hanjani dalam wawancara bersama ANTARA, di Jakarta, Sabtu (3/5).

Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung lebih fokus pada hasil akhir (finish) daripada pilihan warna. Jenis matte menjadi favorit, terutama varian soft matte dan velvet matte serta format shine.

“Untuk warna itu kayaknya akan kembali ke selera masing-masing konsumen ya. Tapi yang kita lihat tren konsumen itu lebih ke finish-nya,” katanya.

Ia juga berbagi tips agar lip tint dapat bertahan lebih lama: cukup oleskan ke seluruh permukaan bibir dan biarkan mengering selama 10 hingga 20 menit sebelum makan atau minum. 

Cara ini disebut efektif membuat warna lebih tahan lama dan tampilan lebih maksimal.

Sebagai respons terhadap tren tersebut, kini pihaknya juga sedang meluncurkan lima warna terbaru dari "Party-Ready Super Stay Teddy Tint". 

Lima warna baru yang diluncurkan dalam koleksi lip tint itu terdiri dari Current Mood (10), Mascara Tear (20), Petalcore (40), Pinky Promise (45), dan Wild at Heart (50).

Sebelumnya, sudah ada 15 warna yang lebih dulu diluncurkan dan terdiri dari nudes, pink dan merah.

Lebih jauh, Antania menyoroti dinamika industri kecantikan di Indonesia yang semakin kompleks. 

“Kalau dulu konsumen lebih suka yang matte dan simple seperti lipstick, sekarang sudah jauh lebih beragam,” tuturnya.

Perubahan ini, menurutnya, turut dipengaruhi oleh gaya hidup, media sosial, serta figur publik yang semakin terbuka dalam bereksperimen dengan tampilan riasan yang unik dan ekspresif.
 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tren lip tint yang sedang berkembang digemari di Indonesia

Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026