Bantul (ANTARA) - Harga beras di Pasar Niten, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpantau stabil dengan variasi harga dan kualitas berdasarkan jenisnya, Sabtu (20/1).

Pedagang Pasar Niten, Lestari (40), mengatakan beras jenis mentik wangi dijual dengan harga sekitar Rp17.000 per kilogram. Beras tersebut memiliki kualitas lebih baik dibandingkan beras tanpa merek yang dijual di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram.

“Mentik wangi warnanya lebih putih, aromanya wangi, dan kalau dimasak nasinya pulen. Kalau yang Rp14.000 sampai Rp14.500 itu beras biasa, kualitasnya standar,” katanya.

Menurut dia, beras tanpa nama umumnya memiliki warna kurang cerah, tekstur nasi kurang pulen, dan sebagian butir beras tidak utuh. Selain itu, beras jenis tersebut juga memerlukan takaran air yang berbeda saat dimasak karena kadar airnya cenderung lebih rendah.

Baca juga: Dokter sarankan penderita diabetes tetap berolahraga sebelum berbuka puasa

Baca juga: Pemerintah pastikan tidak ada impor beras-gula untuk konsumsi di 2026

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga minyak goreng dan telur ayam terpantau relatif stabil. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual sekitar Rp17.000 per liter, sementara minyak goreng merek Sunco sekitar Rp23.000 per liter.

Harga telur ayam berada di kisaran Rp26.000 per kilogram setelah sebelumnya mengalami penurunan dalam sepekan terakhir dan dalam beberapa hari terakhir terpantau tidak mengalami perubahan berarti.

Untuk Harga Teh naik dari Rp28.500 menjadi Rp31.500 per kemasan, sejak tiga hari yang lalu. Salah seorang pembeli, Endang (60), mengaku kenaikan harga gula dan teh cukup dirasakan, terutama untuk kebutuhan harian rumah tangga. 

“Kalau gula sama teh naik, pengeluaran jadi bertambah, tapi untung bedan telur masih stabil,” ujar warga bantul tersebut. 
 


Pewarta : Aufa Ulya Fithrin/Sayyida Nafisa
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026