Yogyakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meraih dua sertifikasi berstandar internasional, yakni ISO 27701 terkait sistem manajemen privasi informasi dan ISO 42001 mengenai sistem manajemen kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ISO 42001.
Direktur BCA Lianawaty Suwono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah serta memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab.
"Kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama bagi keberhasilan yang telah diraih oleh BCA sejauh ini. Sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga keamanan data nasabah, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab," ujar Lianawaty saat prosesi penyerahan sertifikat di Menara BCA, Jakarta, Jumat (6/2).
Lianawaty menjelaskan bahwa ISO 27701:2019 merupakan standar global yang menjadi pedoman organisasi dalam mengelola data pribadi secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan hingga penghapusan data. Hal ini juga dilakukan untuk mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku.
Sementara itu, ISO 42001:2023 merupakan standar internasional terbaru yang mengatur manajemen AI agar pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara etis, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan yang sama, Senior EVP Group Strategic Information Technology BCA David Formula turut hadir mendampingi penyerahan sertifikasi tersebut.
Lianawaty menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan BCA tidak hanya bertujuan memberikan kenyamanan, tetapi juga rasa aman bagi nasabah.
"Kami percaya inovasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat. BCA berupaya menghadirkan layanan yang aman, inovatif, dan berorientasi pada perlindungan nasabah," katanya.