Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan ruang praktik bagi lembaga kursus penyedia layanan pendidikan vokasi.
Direktur Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan tidak sedikit dapur SPPG yang melibatkan sejumlah teaching factory (Tefa) milik lembaga kursus.
“Jadi, bahan pangan diproduksi oleh Tefa SMK bidang perikanan, peternakan, pertanian maupun tata boga, termasuk pengembangan alat-alat pendukung dapur SPPG juga bisa diproduksi oleh anak-anak SMK maupun lembaga kursus,” ujar Tatang di Jakarta pada Jumat.
Ia berharap program MBG dapat memberikan dampak luar biasa, tidak hanya pada pemenuhan gizi masyarakat Indonesia saja, tetapi juga menguatkan pendidikan vokasional di SMK-SMK di Indonesia.
Salah satu contohnya ialah Tefa Lembaga Kursus Abdi Bangsa Institute, Cianjur.
Lembaga kursus tersebut rutin setiap hari memproduksi roti untuk 3 SPPG di Kabupaten Cianjur dengan jumlah produksi mencapai 9.000 pcs per hari.
“Lembaga kursus harus menjadi bagian penting dalam menyukseskan program MBG ini,” kata Pemimpin Lembaga Kursus Abdi Bangsa Institute Aji Syamsurizal.
Contoh lainnya ialah dapur SPPG SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
“Selain meningkatkan asupan gizi masyarakat, dapur SPPG ini juga telah meningkatkan kompetensi murid dan mengenalkan budaya kerja secara langsung kepada murid karena mereka bekerja bersama para ahli,” kata Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuntjoro Basuki.
Ia menerangkan dapur SPPG tersebut setiap harinya memproduksi 3.000 paket MBG yang dibagikan untuk seluruh murid dari jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Puger Kulon, Jember.
Uniknya, ia mengatakan dapur SPPG itu melibatkan sejumlah teaching factory (Tefa) yang ada di sekolah, di antaranya Tefa udang vaname dan Tefa Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).
Selain itu, dapur SPPG itu juga melibatkan para murid dalam berbagai tugas atau pekerjaan bersama 50 pekerja lain yang merupakan warga sekitar sekolah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MBG beri ruang praktik bagi lembaga kursus