Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkuat pengawasan penyelenggaraan transportasi melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang beroperasi di kantor pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, mulai 13 hingga 30 Maret.
"Posko ini menjadi pusat koordinasi nasional yang berfungsi untuk memantau kondisi operasional transportasi selama masa angkutan Lebaran, mempercepat koordinasi antar instansi, serta memastikan setiap dinamika di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat," kata Menhub di sela meresmikan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta, Jumat malam.
Dia menyampaikan, pergerakan masyarakat saat Lebaran merupakan fenomena sosial, budaya, dan keagamaan terbesar di Indonesia yang selalu memicu lonjakan mobilitas masyarakat secara signifikan setiap tahunnya.
Tradisi mudik tidak sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi keluarga, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai kebangsaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.
Menhub menyebutkan, berdasarkan hasil survei, potensi pergerakan masyarakat pada periode Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.
Jumlah pergerakan tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk memastikan sistem transportasi nasional tetap berjalan lancar, aman, nyaman, serta mampu mengakomodasi mobilitas masyarakat selama masa mudik maupun arus balik.
Sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan layanan publik selama masa mudik dan arus balik dapat berjalan optimal melalui koordinasi kuat antara kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan.
Secara umum, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai kebijakan pengaturan mobilitas Lebaran yang mencakup seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi melalui pengecekan operasional armada serta penerapan pembatasan angkutan tertentu menjelang puncak arus mudik dan arus balik guna mengurangi kepadatan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan melakukan ramp check untuk memastikan kelaikan operasional sarana transportasi di seluruh moda sehingga perjalanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran tetap aman.
Pemerintah juga membentuk posko layanan terpadu hingga tingkat wilayah guna memperkuat pengawasan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan transportasi selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung hingga akhir Maret.
Bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait, pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas pada titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta wilayah berpotensi terdampak bencana selama periode mudik.
Menhub menambahkan pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan pendukung seperti penurunan harga tiket pesawat, diskon tarif tol, serta program mudik gratis untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan Lebaran lebih terjangkau.
Kementerian Perhubungan menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak serta kesiapsiagaan petugas dalam menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Dia juga menekankan, beberapa hal kepada seluruh pemangku kepentingan. Pertama, agar memastikan seluruh unsur yang bertugas memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam melaksanakan kebijakan pengendalian mobilitas di lapangan.
Kedua, lakukan pengawasan secara tegas namun tetap humanis dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga, membangun komunikasi publik yang baik, transparan, dan mudah dipahami sehingga masyarakat dapat memahami kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
"Keempat, jaga konsistensi komunikasi agar tidak menimbulkan informasi yang kontradiktif maupun kesan ego sektoral," tegasnya.
Dudy juga meminta kepada seluruh petugas di posko maupun di lapangan untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai dinamika transportasi, bekerja dengan penuh dedikasi, kesabaran, serta mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.
"Saya percaya dengan kerja sama, koordinasi, dan semangat pelayanan yang kuat dari seluruh pihak, penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, aman, dan selamat. Sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan penuh kenyamanan dan kebahagiaan," kata Menhub.
Adapun peresmian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan turut dihadiri berbagai lintas kementerian/lembaga terkait dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, TNI-Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, hingga pihak terkait lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub perkuat pengawasan lewat Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu