Jakarta (ANTARA) - Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus dan mendesak aparat kepolisian mengusutnya secara tuntas.

“Ini serangan yang sangat mengejutkan dan memprihatinkan. Peristiwa ini bukan sekadar serangan personal, tetapi teror untuk kita semua yang menginginkan tegaknya hukum dan hak asasi manusia,” kata Anggota GNB Pdt. Gomar Gultom di Jakarta, Sabtu.

Peristiwa penyiraman air keras terjadi ketika Andrie Yunus selesai mengikuti rekaman siniar (podcast). Dalam perjalanan pulang, korban dipepet oleh dua kendaraan sepeda motor sebelum akhirnya disiram dengan air keras oleh pelaku.

Akibat serangan tersebut, tubuh korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 24 persen, termasuk pada bagian mata.

Menurut Gomar, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi serta pantauan lalu lintas dari Dinas Perhubungan menunjukkan adanya indikasi serangan yang direncanakan secara sistematis.

“Sesaat sebelum kejadian, lalu lintas terlihat sangat ramai, tetapi tiba-tiba menjadi sepi saat penyiraman terjadi dan setelahnya. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pihak yang mengatur situasi lalu lintas di sekitar lokasi,” ujarnya.

Gomar mengaku mengenal Andrie sebagai aktivis hak asasi manusia yang berani dan konsisten dalam memperjuangkan penegakan hukum serta HAM di Indonesia.

Ia juga menilai korban dikenal vokal dalam berbagai isu, termasuk keterlibatannya dalam koalisi masyarakat sipil yang melakukan investigasi independen atas berbagai peristiwa.

Karena itu, ia menilai serangan terhadap Andrie tidak dapat dipandang sebagai persoalan pribadi, melainkan sebagai ancaman terhadap ruang demokrasi dan kebebasan bersuara.

Gomar mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke dalang di baliknya, bukan hanya pelaku di lapangan.

Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada pelaku eksekutor semata, sebagaimana yang dinilai terjadi pada kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan beberapa tahun lalu.

“Impunity tidak boleh dibiarkan. Kepolisian harus mengusut hingga ke aktor intelektual di balik peristiwa ini,” katanya.

Selain itu, ia meminta aparat memberikan perlindungan keamanan kepada masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan publik.

Menurut dia, sikap kritis masyarakat seharusnya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Gomar juga meminta Presiden memberikan perhatian serius terhadap peristiwa tersebut serta memastikan negara menjamin proses pengusutan secara transparan dan menyeluruh.

“Negara harus memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan insiden tersebut tidak seharusnya melemahkan semangat para pegiat HAM dalam memperjuangkan supremasi hukum dan pemenuhan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.

Gerakan Nurani Bangsa (GNB) adalah perkumpulan tokoh lintas agama, cendekiawan, dan aktivis yang aktif menyuarakan nilai moral dan kemanusiaan di Indonesia. Anggotanya meliputi tokoh nasional seperti Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Romo Franz Magnis-Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, Alissa Wahid, dan Pdt. Gomar Gultom

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gerakan Nurani Bangsa desak kasus penyiraman air keras diusut tuntas

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026