Moskow (ANTARA) - Uni Eropa (UE) kemungkinan akan meninjau kembali mandat operasi angkatan lautnya di Laut Merah jika gerakan Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut.
“Jika situasinya berubah (jika serangan kembali terjadi), pembahasan mengenai mandat selalu dapat dilakukan,” lapor portal berita Euractiv pada Senin, mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya.
Namun demikian, masih terlalu dini untuk membicarakan perubahan spesifik apa pun, tambah diplomat itu.
Eropa menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperluas misi Laut Merah hingga ke Teluk Persia di tengah tuntutan politik yang berkaitan dengan melonjaknya harga minyak dan gas, menurut laporan Euractiv.
Meski demikian, para pemimpin Uni Eropa khawatir bahwa intervensi militer dapat menyeret blok tersebut ke dalam konflik regional.
Pada Sabtu (28/3), kelompok Houthi meluncurkan roket ke Israel untuk pertama kalinya sejak eskalasi di kawasan Teluk Persia. Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengatakan kelompok tersebut akan terus menargetkan Israel hingga menghentikan operasinya di Iran dan Lebanon.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UE tinjau mandat misi Laut Merah di tengah potensi serangan Houthi