Jakarta (ANTARA Jogja) - Penyanyi pop Harvey Malaiholo menyatakan prihatin karena musisi-musisi besar yang dulu berjaya di Tanah Air, kini kurang dikenali oleh generasi muda.

"Saya pernah tanya ke beberapa anak muda. Ternyata, mereka tidak tahu siapa itu Bing Slamet, Sam Samiun, Pranajaya, Bram Titaley," katanya di Jakarta, Rabu.

 Jawara Bintang Radio dan Televisi era 1980-an itu mengatakan hal tersebut terkait rencana Pergelaran Multimedia Tembang Harmoni pada September 2012.

Selain Harvey, acara itu akan menampilkan artis dan musisi ternama Indonesia lintasgenerasi, mulai dari Renny Djajoesman, Yockie Suryo Prayogo, Fariz Rustam Munaf, Addie MS, Dwiki Dharmawan, Andi/rif, Rio Febrian hingga Joy Tobing.

Menurut Harvey, eksistensi musisi dan artis nasional akan lenyap begitu saja jika mereka tidak diberi ruang gerak untuk tetap bisa berkiprah di dunianya.

"Oleh karena itu, konser seperti Tembang Harmoni ini saya nilai sangat positif. Kalau tidak, kita semua (artis penyanyi dan musisi) akan terlupakan," katanya.

Pergelaran Multimedia Tembang Harmoni akan digelar di Hall 02 Convention Jakarta International Expo-Kemayoran, 11 dan 12 September 2012, dengan menyuguhkan lagu-lagu karya Koes Plus, Gombloh, Eros Djarot, Yockie Suryo Prayogo, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Harvey sendiri mengaku hanya akan membawakan satu buah lagu, yakni Harmoni Yang Indah ciptaan SBY.

Lagu tersebut, kata dia sangat cocok dengan tema kemanusiaan, persaudaraan dan persatuan yang diusung para penggagas konser ini.

"Pak SBY menciptakan lagu ini setelah beliau melihat aksi bakar diri yang dilakukan seseorang di situs '9/11' di Kota New York (Amerika Serikat), dan teringat kasus-kasus radikalisme yang melanda Indonesia saat itu. Beliau berpikir betapa persaudaraan, hidup rukun, dan harmonis itu sangat penting ditanamkan dalam sanubari setiap manusia," katanya.

(J007)