Sabotase kereta api cukup tinggi
Sabtu, 27 Oktober 2012 19:32 WIB
Ilustrasi kereta api (Foto indotetsudoufan.blogsp)
Serang (ANTARA Jogja) - Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan bahwa sabotase terhadap angkutan kereta api hingga kini masih cukup tinggi sehingga bisa membahayakan keselamatan penumpang.
"Kami rasakan paling berat dalam empat tahun terakhir sabotase pembakaran sampai 24 gerbong KA di Stasiun Rangkasbitung. Pelaku pembakaran itu belum tertangkap," kata Sulistyo saat peluncuran KA Kalimaya rute Serang-Rangkasbitung-Tigaraksa-Tanahabang di Stasiun Serang, Sabtu.
Ia mengatakan, selama ini angkutan darat yang paling sulit dilakukan proteksi adalah KA, karena sepanjang rel sangat berpotensi terjadi sabotase.
Saat ini sabotase yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab mulai pencurian kabel sinyal, pentolan penjepit rel, pelemparan hingga pengganjal wesel.
Karena itu, kata dia, pengamanan KA juga melibatkan masyarakat sesuai dengan Undang-undang 22 nomor 27 tahun 1992.
Masyarakat bisa melapor kepada petugas PT KAI apabila terjadi kerusakan yang membahayakan bagi keselamatan penumpang.
"Kami sangat membutuhkan seluruh bantuan masyarakat untuk pengamanan KA," katanya.
Menurut dia, tingginya sabotase itu akibat kesadaran masyarakat masih rendah.
Bahkan, kata dia, seorang pedagang asongan yang dilarang berjualan di atas gerbong, namun ia melakukan sabotase yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.
"Kami mengawasi pengamanan KA harus bersama-sama untuk jaminan keselamatan penumpang," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Kusni Hasan mengatakan bahwa masyarakat harus memiliki tanggung jawab untuk pemeliharaan angkutan KA dengan tidak merusak atau melakukan sabotase sebab animo masyarakat cukup tinggi menggunakan jasa angkutan KA.
"Kami minta masyarakat menjaga dan memberikan pengamanan terhadap angkutan KA," katanya.
(KR-MSR)
"Kami rasakan paling berat dalam empat tahun terakhir sabotase pembakaran sampai 24 gerbong KA di Stasiun Rangkasbitung. Pelaku pembakaran itu belum tertangkap," kata Sulistyo saat peluncuran KA Kalimaya rute Serang-Rangkasbitung-Tigaraksa-Tanahabang di Stasiun Serang, Sabtu.
Ia mengatakan, selama ini angkutan darat yang paling sulit dilakukan proteksi adalah KA, karena sepanjang rel sangat berpotensi terjadi sabotase.
Saat ini sabotase yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab mulai pencurian kabel sinyal, pentolan penjepit rel, pelemparan hingga pengganjal wesel.
Karena itu, kata dia, pengamanan KA juga melibatkan masyarakat sesuai dengan Undang-undang 22 nomor 27 tahun 1992.
Masyarakat bisa melapor kepada petugas PT KAI apabila terjadi kerusakan yang membahayakan bagi keselamatan penumpang.
"Kami sangat membutuhkan seluruh bantuan masyarakat untuk pengamanan KA," katanya.
Menurut dia, tingginya sabotase itu akibat kesadaran masyarakat masih rendah.
Bahkan, kata dia, seorang pedagang asongan yang dilarang berjualan di atas gerbong, namun ia melakukan sabotase yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.
"Kami mengawasi pengamanan KA harus bersama-sama untuk jaminan keselamatan penumpang," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Kusni Hasan mengatakan bahwa masyarakat harus memiliki tanggung jawab untuk pemeliharaan angkutan KA dengan tidak merusak atau melakukan sabotase sebab animo masyarakat cukup tinggi menggunakan jasa angkutan KA.
"Kami minta masyarakat menjaga dan memberikan pengamanan terhadap angkutan KA," katanya.
(KR-MSR)
Pewarta :
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Birthday Bash Spesial HUT ke-81 KAI, tiket kereta api cuma bayar 81 persen
27 September 2026 21:30 WIB
KA Taksaka dan KA Bogowonto catat kepuasan pelanggan tertinggi dalam CSI Semester 1 2026
28 July 2026 18:49 WIB
KAI Rail Academy 2026 Daop 6 Yogyakarta, ajak anak-anak belajar jadi petugas kereta api
12 July 2026 14:21 WIB