Bantul (ANTARA Jogja) - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan tanaman gaharu penghasil resin untuk bahan baku pembuatan minyak wangi.

"Lokasi pengembangan tanaman itu di Pedukuhan Serut, Desa Palbapang, yang akan mendapat bantuan bibit pohon gaharu sebanyak 1.000 batang. Tahap awal, telah direalisasikan sebanyak 500 batang bibit gaharu," kata Kepala Dusun Serut, Rahmat Tobadiana, di Bantul, Jumat.

Rahmat di sela acara penyerahan bantuan bibit gaharu itu, mengatakan pencanangan Pedukuhan Serut sebagai kawasan penghasil pohon gaharu dilakukan organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Cabang Bantul.

"Ini merupakan gerakan ekonomi hijau untuk mengubah perilaku dalam meningkatkan kualitas lingkungan," katanya.

Menurut dia, bibit pohon gaharu yang sudah ditanam di media tanam polibag, nantinya ditanam di satu kawasan di wilayah Rukun Tetangga (RT) 07 Pedukuhan Serut, dan dikelola bersama masyarakat setempat.

"Katanya pohon gaharu bisa menghasilkan resin untuk bahan baku pembuatan minyak wangi atau parfum, dan daunnya bisa dimanfaatkan sebagai teh untuk menjaga kesehatan. Sehingga, gaharu mempunyai nilai jual yang tinggi," katanya.

Menurut dia, satu pohon gaharu bisa menghasilkan resin satu liter lebih. Setiap satu ons resin harganya bisa mencapai Rp600.000, sehingga setiap satu pohon gaharu bisa menghasilkan minimal Rp6 juta.

"Secara teknis bagaimana memasarkan dan mengolah gaharu akan diurus tim dari GRIB yang sudah bekerja sama dengan sebuah perusahaan," katanya.

Ia mengatakan usia pohon gaharu lima sampai delapan tahun baru bisa ditebang untuk mendapatkan resin. "Setelah itu, katanya bisa dihasilkan bibit tanaman yang baru," katanya.

Secara teknis, kata dia, memang belum mengetahui bagaimana cara melakukan pembibitan gaharu, karena belum diberi tahu caranya. "Tetapi yang pasti, katanya bisa tumbuh lagi, karena pohon ini biasa tumbuh secara liar di hutan," katanya.

Menurut dia, bibit pohon gaharu setiap batang harganya Rp50.000. Penanaman serta pengembangan tanaman ini di Pedukuhan Serut, Desa Palbapang, Kabupaten Bantul, akan dikelola Kelompok Tani "Wanatani Gaharu" yang anggotanya sebanyak 55 kepala keluarga.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor : Hery Sidik
Copyright © ANTARA 2026