Manado (Antara Jogja) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung Badan Geologi Kementerian ESDM masih mempelajari deformasi Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

"Dari deformasi ini akan dapat diamati apakah terjadi inflasi atau deflasi Gunung Lokon. Nah indikator ini yang kami masih pelajari," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Bandung, Kristianto, di Manado, Jumat.

Dia mengatakan, dari sisi kegempaan dan visual, tampak terjadi penurunan aktivitas Gunung Lokon, namun PVMBG tidak akan terburu-buru menurunkan status dari siaga level III menjadi waspada level II.

"Harapannya ingin lekas-lekas menurunkan statusnya. Tapi kami masih akan melihatnya lagi dengan melakukan evaluasi-evaluasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina mengatakan, masih menunggu usulan penurunan status setelah usulannya dikirimkan pada dua pekan lalu.

"Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ii akan ada jawabannya," katanya saat berada di Sumatera Utara memantau Gunung Sinabung.

Gunung Lokon terakhir meletus pada 13 September 2013 dari rangkaian letusan yang terjadi sejak Juli tahun 2011, dan setelah letusan itu PVMBG menetapkan status siaga pada level III hingga saat ini.

(KR-KAP)

Pewarta : Oleh Karel A Polakitan
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026