La Paz (Antaranews Jogja) - Sedikitnya tujuh orang tewas dan 15 lainnya cedera pada Rabu setelah ledakan dinamit di pusat penambangan Huanuni, Bolivia Barat, demikian diumumkan Menteri Dalam Negeri Carlos Romero.
“Pagi ini, pada saat para penambang mulai bekerja di tambang di Huanuni, ledakan kuat terjadi, menyebabkan kematian tujuh orang dan berbagai cedera, yang dipindahkan ke rumah sakit di kota Oruro,” kata Romero pada konferensi pers.
Pemerintah telah mengirim dua tim penyelidik ke Huanuni, daerah pertambangan berat terletak 288 kilometer tenggara La Paz untuk mencari penyebab ledakan itu.
"Jaksa Agung telah mengirim personil untuk membantu dalam penyelidikan serta tim forensik ke Huanuni untuk menyelidiki kasus ledakan, kami tidak dapat berspekulasi apa pun," kata Romero.
Pada Oktober 2006, di pusat penambangan yang sama terjadi pertempuran bersenjata antara petani koperasi lokal dan pekerja dari perusahaan pertambangan milik negara, Comibol, yang menyebabkan sekitar 20 orang tewas dan belasan lainnya terluka. Demikian Kantor Berita Xinhua melansir.
Ledakan dinamit di pusat penambangan Huanuni, Bolivia tewaskan tujuh orang
Kamis, 12 April 2018 8:38 WIB
Ilustrasi pertambangan.Dok (Foto ANTARA)
Pewarta : -
Editor : Luqman Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa pengusaha Robert Bonosusatya soal pungutan ke perusahaan tambang
03 April 2026 13:33 WIB
Kemenhut lanjutkan proses hukum 12 pelaku tambang emas ilegal di TN Tanjung Puting
23 February 2026 11:46 WIB
Terpopuler - Mancanegara
Lihat Juga
Adalah: Aktivis Global Sumud diberi sengatan listrik dan kekerasan di tahanan Israel
21 May 2026 11:24 WIB