New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar didukung oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, mengimbangi serangkaian kejatuhan saham-saham pembuat chip.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,25 poin atau 0,31 persen, menjadi berakhir di 26.543,33 poin. Indeks S&P 500 meningkat 13,71 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 2.939,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 27,72 poin atau 0,34 persen, menjadi berakhir di 8.146,40 poin.

Saham Intel anjlok 8,99 persen, karena proyeksi pendapatan raksasa teknologi itu untuk 2019 gagal memenuhi ekspektasi pasar, yang juga mengimbangi labanya yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama.

Saham Western Digital jatuh sekitar 3,83 persen, karena peringkat saham penyedia layanan penyimpanan data AS itu diturunkan menjadi  underperform di tengah kekhawatiran atas kesehatan bisnisnya karena peningkatan nilai saham yang besar, menurut laporan media.

Namun saham Ford Motor melonjak sekitar 10,74 persen, menyusul laba kuartalan terbaru yang melampaui perkiraan analis, didorong oleh permintaan yang kuat untuk truk pickup dan SUV di Amerika Utara.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik hampir satu persen, memimpin para pencetak keuntungan.

Di sisi ekonomi, produks domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama tahun ini tumbuh 3,2 persen, mengalahkan ekspektasi pasar.

Tingkat pertumbuhan tahunan 3,2 persen dari produk domestik bruto riil, yang diumumkan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat (26/4/2019), menunjukkan percepatan ekspansi ekonomi dari tingkat tahunan yang direvisi turun sebesar 2,2 persen pada kuartal keempat tahun 2018.

Peningkatan kecepatan sebagian besar didorong oleh ekspor yang kuat dan investasi persediaan swasta, menurut laporan departemen.

Namun, pertumbuhan dalam investasi perumahan, sebuah proksi untuk pembangunan perumahan, turun menjadi 2,8 persen pada kuartal pertama, menandai penurunan kelima berturut-turut.


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Sutarmi
Copyright © ANTARA 2024