Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta terus melanjutkan program penataan wajah kota, salah satunya melakukan penataan pedestrian untuk memperkuat penanda pintu masuk Kota Yogyakarta yang akan dilakukan di ruas Jalan Adi Sutjipto.

“Kegiatan penataan pedestrian tersebut akan dilakukan bersama dengan penataan gapura batas kota di Jalan Adi Sutjipto. Pedestrian akan diperbaiki menggunakan material teraso, sedangkan gapura akan dilengkapi lampu sorot,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Selasa.

Penataan pedestrian di Jalan Adi Sutjipto yang akan dilakukan dari gapura batas kota hingga simpang empat Demangan tersebut sepenuhnya dibiayai menggunakan APBD Kota Yogyakarta dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,3 miliar.

Meskipun demikian, belum semua pedestrian di ruas Jalan Adi Sutjipto akan ditata, namun baru pedestrian di sisi selatan jalan. “Ada keterbatasan anggaran sehingga untuk pedestrian di sisi utara jalan baru akan dilakukan penataan pada tahun berikutnya,” katanya.

Saat ini, pekerjaan penataan pedestrian sepanjang sekitar 500 meter di Jalan Adi Sutjipto tersebut baru dalam tahap lelang di Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Pekerjaan akan dilakukan selama empat bulan. Harapannya, proses lelang berjalan dengan lancar sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Tidak akan ada penutupan jalan selama pekerjaan berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan, penataan pedestrian di pintu masuk Kota Yogyakarta tersebut hanya dilakukan dengan mengganti material trotoar menjadi teraso dan tidak dilakukan pelebaran trotoar. Tetapi, khusus di sekitar gapura pintu masuk akan ada penataan tiang lampu dengan desain khusus.

“Lebar trotoar akan tetap dipertahankan sesuai kondisi saat ini. Tetapi, kami akan berkomunikasi dengan pemilik usaha di sepanjang Jalan Adi Sutjipto, khususnya yang memiliki taman untuk ikut menata tamannya,” katanya.

Umi menambahkan, pekerjaan penataan trotoar diperkirakan tidak terlalu sulit karena tidak banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi tersebut. “Ada satu dua. Nanti kami komunikasi melalui wilayah,” katanya.

Selain menata trotoar, juga akan dilakukan pemeliharaan saluran drainase serta pembuatan “box” untuk jalur kabel “fiber optic”. “Harapannya, kabel ‘fiber optic’ yang ada di jalan tersebut dapat diturunkan sehingga tidak mengganggu estetika kawasan yang menjadi pintu masuk Kota Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, anggaran yang dialokasikan untuk penambahan lampu di gapura batas kota mencapai sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penambahan lampu di dua gapura batas kota yaitu di Jalan Adi Sutjipto serta di Jalan Magelang.

“Kami juga menggodok rencana untuk penambahan penanda batas kota di sisi selatan Yogyakarta. Tetapi, bentuknya mungkin bukan gapura. Sedangkan di sisi barat ada kendala keterbatasan lahan,” kata Umi.
Baca juga: Yogyakarta kaji pengembangan pedestrian di bagian selatan
 


Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024