Menristekdikti mengajukan dana abadi perguruan tinggi masuk peringkat 200 dunia
Sabtu, 17 Agustus 2019 2:05 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengajukan dana abadi guna mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa masuk peringkat 200 besar dunia.
"Nanti enam dulu yang kami danai, dari enam kita dorong untuk tiga tahun ke depan bisa meningkat masuk 200 besar dunia. Ini kerja keras yang akan dilakukan para rektor," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir kepada wartawan usai acara pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2019 di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat.
Nasir mengusulkan sebesar Rp10 triliun dana abadi (endownment fund) pada 2020 kepada pemerintah untuk dialokasikan dalam pengembangan perguruan tinggi masuk kelas dunia.
Dana abadi tersebut dapat digunakan di antaranya untuk pengembangan riset, citasi, kerja sama dengan perguruan tinggi asing, mobilitas staf, kunjungan dosen asing ke Indonesia, kunjungan dosen Indonesia ke luar negeri, kunjungan mahasiswa asing ke Indonesia.
Dia menuturkan saat ini perguruan tinggi Indonesia baru mampu berada di peringkat 292 besar dunia, yang diraih oleh Universitas Indonesia. Untuk itu, perlu upaya lebih lagi salah satunya dengan dana abadi tersebut untuk mendorong peringkat perguruan tinggi di Indonesia dalam peringkat kelas dunia.
"Masuk targetnya adalah di 200 besar dunia, sekarang kan di 292 paling tinggi , nah harus kita dorong masuk di bawah 200," tuturnya.
"Nanti enam dulu yang kami danai, dari enam kita dorong untuk tiga tahun ke depan bisa meningkat masuk 200 besar dunia. Ini kerja keras yang akan dilakukan para rektor," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir kepada wartawan usai acara pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2019 di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat.
Nasir mengusulkan sebesar Rp10 triliun dana abadi (endownment fund) pada 2020 kepada pemerintah untuk dialokasikan dalam pengembangan perguruan tinggi masuk kelas dunia.
Dana abadi tersebut dapat digunakan di antaranya untuk pengembangan riset, citasi, kerja sama dengan perguruan tinggi asing, mobilitas staf, kunjungan dosen asing ke Indonesia, kunjungan dosen Indonesia ke luar negeri, kunjungan mahasiswa asing ke Indonesia.
Dia menuturkan saat ini perguruan tinggi Indonesia baru mampu berada di peringkat 292 besar dunia, yang diraih oleh Universitas Indonesia. Untuk itu, perlu upaya lebih lagi salah satunya dengan dana abadi tersebut untuk mendorong peringkat perguruan tinggi di Indonesia dalam peringkat kelas dunia.
"Masuk targetnya adalah di 200 besar dunia, sekarang kan di 292 paling tinggi , nah harus kita dorong masuk di bawah 200," tuturnya.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR menyarankan Presiden Prabowo pimpin langsung reformasi Polri
12 September 2025 18:51 WIB
Komisi III setuju gaji Polri naik diikuti pengawasan agar kinerja meningkat
20 January 2025 20:00 WIB, 2025
Menristek mengaku sudah mengantongi izin presiden datangkan rektor asing
01 August 2019 14:32 WIB, 2019
KPK telusuri sumber pemberi gratifikasi kepada anggota Komisi VI Bowo Sidik
04 May 2019 20:19 WIB, 2019
Menristekdikti: mahasiswa harus dididik keterampilan yang belum tergantikan mesin
10 January 2019 20:23 WIB, 2019