Jakarta (ANTARA) - Pebalap Portugal Antonio Felix Da Costa mengunci gelar juara dunia Formula E dengan dua seri tersisa setelah finis runner-up di seri keempat dari enam seri pamungkas yang digelar di Berlin, Jerman, Minggu.
Pebalap DS Techeetah itu merebut gelar juara dari rekan satu timnya, Jean-Eric Vergne, yang memenangi balapan seri ke-9 di bekas lapangan udara Tempelhof hari itu. DC Techeetah juga berhak atas gelar tim terbaik.
"Aku tak bisa berkata-kata saat ini... Aku beberapa kali hampir menyerah, tapi berkat orang-orang di sekitarku, aku tak pernah melakukannya," kata da Costa seperti dikutip Reuters.
Da Costa, 28, telah mengikuti ajang balap mobil elektrik itu sejak musim perdananya pada 2014-15 namun belum pernah finis lebih tinggi dari peringkat enam di klasemen.
Dia bergabung dengan DC Techeetah di musim keenam setelah membela tim BMW i Andretti.
Vergne yang berada di peringkat kedua klasemen gagal mempertahankan gelarnya setelah perolehan poin da Costa tak terkejar dengan margin 76 poin di saat tersisa hanya dua seri.
Da Costa rengkuh juara Formula E di Berlin
Senin, 10 Agustus 2020 7:30 WIB
Tangkapan layar: Pebalap DS Techeetah melakukan selebrasi setelah menjuarai seri ketujuh balap Formula E di Tempelhof, Berlin, Jerman, Kamis (6/8/2020) (Twitter.com/FIAFormulaE) (Twitter.com/FIAFormulaE)
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Formula E akan digelar enam balapan dalam sembilan hari untuk tutup musim
17 June 2020 17:59 WIB, 2020