Ratusan migran asal 12 negara di dalam truk
Minggu, 21 November 2021 11:33 WIB
Para migran menaiki truk angkutan saat berjalan dalam iring-iringan menuju Mexico City, di Arriaga di dekat perbatasan dengan negara bagian Oaxaca, Meksiko, Minggu (7/11/2021). REUTERS/Raquel Cunha/aww/cfo (REUTERS/RAQUEL CUNHA)
Mexico City (ANTARA) - Otoritas Meksiko menemukan sekitar 600 migran dari 12 negara yang bersembunyi di belakang dua truk di Meksiko timur pada Jumat, menurut Badan Migrasi Nasional (INM) Meksiko, Sabtu (20/11).
Mayoritas dari mereka berasal dari negara tetangga Guatemala.
INM mengungkapkan bahwa 401 migran berasal dari Guatemala, 53 orang dari Honduras, 40 orang dari Republik Dominika, 37 dari Bangladesh, 27 dari Nikaragua, 18 dari El Salvador dan delapan orang dari Kuba.
Otoritas juga mendapati enam pria asal Ghana, empat orang asal Venezuela, empat pria asal Ekuador, satu warga India dan satu orang lagi dari Kamerun di dua trailer yang ditemukan di Negara Bagian Veracruz.
Menurut INM, mereka terdiri atas 455 migran laki-laki dan 145 migran perempuan. Mereka yang ditahan akan dipulangkan ke negara asal atau diberikan kesempatan untuk mengurus masa tinggal mereka di Meksiko, katanya.
Mayoritas migran berasal dari Amerika Tengah dan seluruh dunia yang hendak menuju Amerika Serikat lewat Meksiko.
Para migran itu mengaku bahwa mereka berusaha menyelamatkan diri dari kemiskinan atau kekerasan yang terjadi di tanah air mereka.
Sumber: Reuters
Mayoritas dari mereka berasal dari negara tetangga Guatemala.
INM mengungkapkan bahwa 401 migran berasal dari Guatemala, 53 orang dari Honduras, 40 orang dari Republik Dominika, 37 dari Bangladesh, 27 dari Nikaragua, 18 dari El Salvador dan delapan orang dari Kuba.
Otoritas juga mendapati enam pria asal Ghana, empat orang asal Venezuela, empat pria asal Ekuador, satu warga India dan satu orang lagi dari Kamerun di dua trailer yang ditemukan di Negara Bagian Veracruz.
Menurut INM, mereka terdiri atas 455 migran laki-laki dan 145 migran perempuan. Mereka yang ditahan akan dipulangkan ke negara asal atau diberikan kesempatan untuk mengurus masa tinggal mereka di Meksiko, katanya.
Mayoritas migran berasal dari Amerika Tengah dan seluruh dunia yang hendak menuju Amerika Serikat lewat Meksiko.
Para migran itu mengaku bahwa mereka berusaha menyelamatkan diri dari kemiskinan atau kekerasan yang terjadi di tanah air mereka.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KP2MI melakukan monitoring pekerja Indonesia terdampak konflik di Timur Tengah
05 March 2026 18:48 WIB
Wamen tegaskan penempatan pekerja migran Indonesia hanya ke negara aman, resmi
04 February 2026 18:09 WIB