Ibu kota Somalia diguncang ledakan dahsyat
Kamis, 25 November 2021 16:20 WIB
Arsip - Petugas keamanan mengamankan lokasi ledakan di Mogadishu, Somalia, Februari 2021. (ANTARA/Reuters)
Mogadishu (ANTARA) - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Somalia, Mogadishu, Kamis pagi, di tengah aksi baku tembak, menurut wartawan Reuters.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu, namun kelompok al Shabaab kerap melancarkan serangan bom di negara Tanduk Afrika tersebut.
Ledakan yang terjadi di dekat persimpangan K4 di pusat kota Mogadishu itu sangat kuat, sehingga menghancurkan tembok sejumlah sekolah dan mobil di sekitarnya.
"Kami terguncang oleh tekanan ledakan, kemudian ditulikan oleh suara baku tembak," kata Mohamed Hussein, perawat di Rumah Sakit Osman di dekat lokasi kejadian.
Hussein mengaku dirinya berhasil dievakuasi dari reruntuhan atap.
"Tembok rumah sakit kami ambruk. Sekolah di seberang kami juga hancur. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang meninggal," katanya.
Petugas keamanan tidak dapat langsung dihubungi untuk dimintai keterangan tentang penyebab ledakan dan jumlah korban.
Kelompok Al Shabaab memerangi pemerintah pusat Somalia selama bertahun-tahun untuk membentuk pemerintahannya sendiri berdasarkan penafsiran ketat mereka terhadap hukum syariat Islam.
Sumber: Reuters
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu, namun kelompok al Shabaab kerap melancarkan serangan bom di negara Tanduk Afrika tersebut.
Ledakan yang terjadi di dekat persimpangan K4 di pusat kota Mogadishu itu sangat kuat, sehingga menghancurkan tembok sejumlah sekolah dan mobil di sekitarnya.
"Kami terguncang oleh tekanan ledakan, kemudian ditulikan oleh suara baku tembak," kata Mohamed Hussein, perawat di Rumah Sakit Osman di dekat lokasi kejadian.
Hussein mengaku dirinya berhasil dievakuasi dari reruntuhan atap.
"Tembok rumah sakit kami ambruk. Sekolah di seberang kami juga hancur. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang meninggal," katanya.
Petugas keamanan tidak dapat langsung dihubungi untuk dimintai keterangan tentang penyebab ledakan dan jumlah korban.
Kelompok Al Shabaab memerangi pemerintah pusat Somalia selama bertahun-tahun untuk membentuk pemerintahannya sendiri berdasarkan penafsiran ketat mereka terhadap hukum syariat Islam.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga personel TNI terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di Lebanon, Jumat sore
03 April 2026 23:54 WIB