Jakarta (ANTARA) - Musikus Indonesia Candra Darusman sukses mengalunkan lagu-lagu ikonisnya bersama para musisi lainnya di panggung BNI Java Jazz Festival 2022 pada hari kedua helatannya.

Candra membuka panggungnya dengan lagu "Perjumpaan Kita" dan Makna Nostalgia bersama vokalis Natasya Elvira.

"Saya di sini bersama para musisi hebat Indonesia yang mengiringi saya. Terima kasih untuk Anda semua yang juga sudah hadir untuk menyaksikan," kata Candra usai membawakan lagu "Perjumpaan Kita" di panggung JJF 2022 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu.

Ada pun lagu "Perjumpaan Kita" merupakan salah satu kolaborasi Candra dengan aktris Dian Sastrowardoyo di awal 2021.



Ia lalu melanjutkan penampilannya secara solo dengan mengalunkan lagu "Waktuku Hampa", yang merupakan kolaborasi dengan penyanyi Ardhito Pramono tahun lalu.
  Penampilan panggung kolaborasi Candra Darusman dan DIRA di Java Jazz Festival 2022 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu (28/5/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

"Ini merupakan rangkaian untuk (proyek) 'Detik Waktu #2', yang rencananya akan beredar bulan depan, dan hari ini akan kami perdengarkan di Java Jazz," kata Candra.

Panggung yang dipadati oleh puluhan hingga ratusan penonton tersebut kemudian dikejutkan oleh solois wanita DIRA, yang akan membawakan kolaborasi "Satu Cinta".

"Let me absorb this for a moment. We're back, thank you so much for being here tonight setelah 2 tahun (tidak bisa menghadiri konser)," kata DIRA.

Sebelum membawakan "Satu Cinta", DIRA berbagi bahwa ia merupakan penggemar karya Candra sejak kecil, karena sang ibu.

"Saya dari kecil suka mendengarkan karya om Candra, karena (pengaruh) mama yang juga sekarang berada di sini. Saya nge-fans dan tidak menyangka bisa membawakan karya mas Candra, dan berkolaborasi seperti saat ini," ujarnya menambahkan.

DIRA juga membagi pengalaman dan kesannya saat pertama kali mendengarkan "Satu Cinta". Menurutnya, lagu ini memberikan makna yang lebih dalam di masa pandemi.

"Saya mendengarkan lagu ini ketika SMP, saya juga merupakan fans Mama Uthe. Dulu pas pertama dengarkan, saya pemahamannya ini lagu tentang cinta dua manusia," ungkap DIRA.

"Tapi, ketika saya take (vokal) di tengah pandemi, banyak membawa perjalanan ke dalam dan maknanya berubah menjadi lebih besar -- bahwa kita di sini karena His love, The Creator," imbuhnya.

Setelah penampilan memukau dari DIRA, Candra menggaet solois Sandhy Sondoro dan Rifan Kalbuadi yang masing-masing membawakan lagu "Dibatas Waktu" dan "Lagu Cinta untuk Marlina".


 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024