Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy mengatakan Kiev tidak puas dengan stalemate---upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang---dalam perang dengan Rusia.

"Kami kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja," kata Zelenskiyy, Selasa.

Kiev mengatakan pasukan Rusia sekarang menduduki 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.

Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.

Zelenskiyy "sangat senang" bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah pada Senin (6/6).

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya. 

Moskow telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas, setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.


Sumber: Reuters


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina