"Stalemate" bukan pilihan Ukraina
Rabu, 8 Juni 2022 0:43 WIB
Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan wawancara dengan perwakilan media Ukraina, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di Kiev, Ukraina, 4 April 2022. (ANTARA/Kepresidenan Ukraina via Reuters/as)
Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy mengatakan Kiev tidak puas dengan stalemate---upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang---dalam perang dengan Rusia.
"Kami kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja," kata Zelenskiyy, Selasa.
Kiev mengatakan pasukan Rusia sekarang menduduki 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.
Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.
Zelenskiyy "sangat senang" bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah pada Senin (6/6).
Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya.
Moskow telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas, setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.
Sumber: Reuters
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina
"Kami kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja," kata Zelenskiyy, Selasa.
Kiev mengatakan pasukan Rusia sekarang menduduki 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.
Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.
Zelenskiyy "sangat senang" bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah pada Senin (6/6).
Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya.
Moskow telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas, setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.
Sumber: Reuters
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026