Gunungkidul, Yogyakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap siaga meski wilayah ini landai penambahan kasus harian COVID-19.

Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati di Gunungkidul, Jumat, mengatakan kesiapan fasilitas penanganan COVID-19, seperti adanya bangsal khusus, tempat tidur (TT), hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Sebagian TT, kami alihkan dulu untuk merawat pasien lain, tapi kalau dibutuhkan akan kami geser lagi untuk COVID-19. Kami tetap siaga," kata Heru.

Ia mengatakan saat ini tidak ada pasien COVID-19 bergejala yang dirawat.

kondisi nihil pasien sudah terjadi sekitar sepekan terakhir. Ia memperkirakan kebanyakan kasus aktif saat ini menjalani perawatan dengan isolasi mandiri (isoman).

"Sudah beberapa hari terakhir ini tidak ada pasien COVID-19," kata Heru.

Heru juga memastikan persediaan obat-obatan untuk penanganan juga mencukupi. Termasuk menyiapkan generator oksigen, di mana RSUD Wonosari sudah mampu memproduksi sendiri untuk kebutuhan medis.

Kemampuan produksi oksigen pun kini sudah ditingkatkan. Terakhir, kapasitas produksi oksigen RSUD Wonosari sudah ditambah sebanyak 300 liter per menit (lpm).

"Sekarang ini kemampuannya sudah mencapai 500 lpm," kata Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sampai hari ini ada 12 kasus aktif. Kasus baru sempat bertambah menjadi 13 pasien pada Kamis (21/7).

Namun hari ini dilaporkan ada satu pasien sembuh sehingga tersisa 12 kasus aktif. Secara kumulatif, terdapat 22.730 kasus konfirmasi positif COVID-19 di Gunungkidul.

"Sebanyak 21.542 di antaranya sudah sembuh, sedangkan yang meninggal dunia masih sebanyak 1.176 kasus," kata Dewi.

Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024