Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Bank BRI meluncurkan sistem digitalisasi di Pasar Turi Sleman, Minggu,  sebagai respons positif terhadap upaya penggunaan QRIS sebagai alat transaksi di pasar tradisional itu.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Pimpinan BRI Cabang Sleman, Yuda Kencana Saputra.

Yuda mengatakan, saat ini BRI sedang mengupayakan seluruh pedagang di Pasar Turi memiliki QRIS agar bisa menerima transaksi secara nontunai.

"Di Pasar Turi ini kurang lebih baru 34 pedagang yang menyediakan layanan QRIS. Saat ini kami mencanangkan agar seluruh pedagang di Pasar Turi memiliki QRIS. Benefitnya, nanti pedagang tidak perlu jauh-jauh setor ke bank, nanti otomatis masuk ke rekening pedagang," katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan bangga dengan kolaborasi antara Bank BRI dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.

"Hal ini sebagai upaya yang baik untuk melepas transaksi ilegal," kata Kustini.

Menurut dia, meski tidak mudah, namun dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas transaksi tidak sah, termasuk transaksi melalui lembaga keuangan yang tidak resmi.

"Kalau pinjam dana itu di bank yang nyata, bukan yang ilegal. Memang tidak mudah pasar lepas dari bank ilegal, tapi mari kita bersama-sama membersihkan pasar dari transaksi yang berlebihan atau kekurangan, salah satunya dengan digitalisasi melalui lembaga keuangan yang sah," katanya.

Bupati Kustini didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih dan Pimpinan BRI Cabang Sleman Yuda Kencana Saputra kemudian melakukan penandatanganan deklarasi Pasar "Beres" atau Pasar Bebas Kredit Ilegal Menuju Sejahtera.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga meresmikan Pasar Wage di Pasar Turi.

Peresmian Pasar Wage menambah daftar hari pasaran Jawa di Pasar Turi dari sebelumnya hanya beroperasi dua kali dalam sepekan, yakni pada hari pasaran Kliwon dan Pahing.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan peresmian Pasar Wage merupakan hasil inisiatif untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana Pasar Turi yang telah direvitalisasi pada 2018.

"Ini khususnya untuk pedagang Pasar Turi, sekarang tambah beroperasi menjadi tiga hari, sehingga diharapkan perekonomian khususnya di sekitar Pasar Turi ini bisa lebih menggeliat," katanya.

Mae Rusmi mengatakan, kini Pasar Turi telah bermitra dengan lembaga keuangan yang sah. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan tidak ada lagi transaksi ilegal di Pasar Turi, terutama dalam pembayaran retribusi.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman sekaligus mendeklarasikan Pasar "Beres" atau Pasar Bebas Kredit Ilegal Menuju Sejahtera.

"Harapannya, pasar Turi ini bisa menjadi percontohan kedua sebelum seluruh pasar di Sleman menjadi Pasar 'Beres'," katanya.
 

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024