Yogyakarta (ANTARA) - Sejumlah bus di Terminal Giwangan Yogyakarta menjalani rampcheck guna memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebagai salah satu upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna moda transportasi tersebut khususnya saat libur Lebaran.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan kondisi bus laik jalan sehingga penumpang pun merasa aman dan nyaman serta selamat sampai ke tujuan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arief di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Agus, pengecekan kelaikan kondisi bus tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran saja tetapi harus dilakukan secara rutin oleh seluruh armada bus setiap enam bulan sekali.

“Untuk kegiatan hari ini, kami ingin memastikan kembali bahwa bus yang beroperasi benar-benar laik jalan. Memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan,” katanya.

Persyaratan tersebut di antaranya kelengkapan administrasi berupa hasil uji kir kendaraan, STNK dan lainnya, serta kelengkapan administrasi pengemudi seperti SIM.

“Kami juga melakukan pengecekan langsung. Misalnya untuk lampu, rem, wiper, lampu sein, dan lainnya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan acak tersebut, Agus menyebut, seluruh bus yang masuk ke Terminal Giwangan Yogyakarta dalam kondisi laik jalan.

“Kami juga memberikan edukasi ke pengemudi dan awak bus untuk selalu mengutamakan keselamatan perjalanan terlebih nanti saat melayani penumpang di masa angkutan Lebaran karena jumlah penumpang meningkat dan kondisi jalan semakin padat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta mengatakan, selain rampchek untuk armada reguler, terminal juga sudah melakukan rampcheck untuk bus pariwisata yang akan menjadi bus cadangan angkutan Lebaran.

“Kemarin, kami menerima permintaan dari Organda selaku pengelola bus pariwisata untuk melakukan rampcheck agar bus bisa dioperasionalkan saat libur Lebaran,” katanya.

Jumlah bus pariwisata yang sudah melakukan rampcheck di Terminal Giwangan tercatat 36 armada dan dimungkinkan masih terus bertambah.

“Pada libur Lebaran tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan meningkat hingga 40 persen dibanding tahun lalu. Peningkatannya cukup signifikan,” katanya.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti libur Lebaran yang cukup panjang dan meningkatnya jumlah bus dari program mudik gratis.

Jumlah bus program mudik gratis dari Kemenhub yang akan masuk Terminal Giwangan tahun ini mencapai 60 unit meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 35 unit, dan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 35 unit meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 21 unit.

“Tiket bus reguler pun sudah habis hingga keberangkatan 21 April. Tentunya, perlu dukungan dari bus pariwisata sebagai bus cadangan untuk bisa memenuhi kebutuhan penumpang,” katanya.

Puncak arus mudik di Terminal Giwangan Yogyakarta diperkirakan terjadi pada 21 April dengan jumlah penumpang sekitar 30.000 orang.

 

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2024