Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan bimbingan teknis tentang tambal atau laminasi perahu ke para nelayan agar dapat memperbaiki perahu secara mandiri saat rusak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Trenggono di Kulon Progo, Rabu, mengatakan bimbingan teknis tambal perahu bertujuan nelayan Kulon Progo mampu memperbaiki perahunya sendiri yang bocor atau mengalami kerusakan akibat usia perahu, mau pun karena gelombang laut.

"Kami berharap di setiap wilayah tempat pelelangan ikan (TPI) ada nelayan yang mampu memperbaiki perahunya sendiri," kata Trenggono.

Ia mengatakan pelatihan laminasi perahu diikuti 45 nelayan yang merupakan perwakilan dari TPI Congot, TPI Glagah, TPI Karangwuni, TPI Bugel dan TPI Trisik.

"Kami juga mendatangkan praktisi laminasi dan galangan perahu dari Kebumen Jawa Tengah. Harapannya, nelayan Kulon Progo semakin profesional dan modern," katanya.

Trenggono juga mengapresiasi ke seluruh nelayan Kulon Progo, karena dengan kondisi gelombang yang tinggi serta pantai yang selalu terkena abrasi, nelayan Kulon Progo tetap bersemangat dalam melaut, mencari nafkah dengan menangkap ikan di laut.

"Kami nelayan tetap melaut dengan segala kondisi dengan bekal keterampilan dan peralatan tangkap yang ada," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantara mengatakan bahwa nelayan Kulon Progo harus tetap rukun dan kompak dalam situasi apapun.

"Fasilitasi sarana dan prasarana penangkapan ikan maupun kapasitas nelayan akan terus ditingkatkan dan diupayakan sesuai kebutuhan nelayan dan kewenangan yang dimiliki oleh DKP Kulon Progo," katanya.

Praktisi laminasi perahu dari Kebumen Sartiman mengatakan dirinya telah berpuluh tahun dalam usaha laminasi, sehingga mampu memiliki galangan perahu khususnya di Pantai Menganti Kabupaten Kebumen. Menerima jual beli perahu atau mesin bekas.

Ia mengatakan laminasi perahu diutamakan kondisi perahu harus kering. Proses kedua permukaan harus kasar, menggunakan amplas atau mesin gerinda supaya hasilnya nempel dan tetap menyatu dengan perahu. Saat luminasi perahu diusahakan lemnya tidak melebihi batas permukaan kasar karena akan menyebabkan penempelan cepat mengelupas.

"Untuk mengetahui kualitas resin yang bagus bisa dirasakan saat mengerjakan, kalau resin yang bagus untuk mengerjakan pasti enak," katanya.

Pewarta : Sutarmi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024