Jakarta (ANTARA) - Psikolog Anak Universitas Padjajaran Fitrian Hararti menyebut pola asuh buruk menjadi salah satu penyebab terjadinya perundungan terhadap anak, yang beberapa waktu belakangan mulai marak.

"Banyak orang tua yang secara tidak sadar melakukan bullying terhadap anak-anak mereka," katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Salah satu contoh perundungan yang dilakukan orang tua adalah membanding-bandingkan kemampuan anak dengan orang lain. Terlebih lagi apabila orang tua melontarkan komentar merendahkan untuk mendorong atau memotivasi anak.

"Misalnya 'kamu itu masa enggak bisa sih, si itu aja sudah bisa, ih cengeng gitu aja nangis.' Padahal setiap anak itu unik dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda," ujar Fitrian.

Menurutnya ketika di dalam rumah orang tua sudah terbiasa melakukan perundungan maka anak terancam menjadi korban dari tindakan serupa di luar rumah karena kurang kepercayaan diri.

Bahkan, ancaman yang lebih besar adalah anak meniru tindakan orang tuanya dan melakukan perundungan di luar rumah.

"Anak adalah peniru ulung dan orang tua adalah modelnya, jadi jangan berharap punya anak yang baik berakhlak mulia dan cerdas kalau orang tuanya sendiri tidak cerdas mendidik anak," katanya.


Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada 2021 menunjukkan bahwa empat dari 100 anak usia dini pernah mendapatkan pengasuhan tidak layak.l



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Psikolog: Pola asuh buruk jadi salah satu penyebab perundungan anak

Pewarta : Cahya Sari
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024