Bantul (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin ketersediaan beras di wilayahnya, saat ini maupun dalam beberapa bulan ke depan mencukupi kebutuhan.

"Alhamdulillah ini sudah musim hujan, masyarakat atau petani sudah pada mulai menanam padi, artinya ke depan kesiapan beras di Bantul siap, cukup," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Rabu.

Dia mengatakan, ketercukupan beras di masyarakat tersebut juga didukung dan diperkuat dengan program pemerintah yang telah menggelontorkan beras bantuan maupun beras dari Bulog untuk stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP).

"Apalagi saat ini sudah ada program dari pemerintah baik itu melalui distributor maupun juga dari Bulog ada program program seperti SPHP dan sebagainya, yang saat ini masih bergulir," katanya.

Dengan demikian, kata dia, kegiatan tanam padi di musim hujan yang akan dipanen dalam dua sampai tiga bulan ke depan termasuk program pemerintah tersebut sangat membantu ketercukupan beras yang ada di Bantul.

Dia juga mengatakan, dengan adanya beras SPHP kemasan lima kilogram yang digelontorkan Bulog dan kini beredar di pasar modern maupun pasar tradisional tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat, dan masyarakat punya pilihan untuk membeli beras sesuai harga.

"Kalau SPHP itu harganya Rp10.400 per kilogramnya, kemudian HET (harga eceran tertinggi) sekitar Rp10.900 per kilogram, kalau beras biasa di pasaran kira kira kisaran Rp12.500 sampai Rp13.000 per kilogram," katanya.

Agus juga mengatakan, ketersediaan beras di pasar dan distributor wilayah Bantul saat ini juga mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu risau dan khawatir kesulitan pasokan pangan.

"Jumlahnya Alhamdulillah mencukupi, sehingga tidak menimbulkan kerisauan dan sebagainya, karena memang suport dari Bulog itu luar biasa," katanya.


Pewarta : Hery Sidik
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024