Memprioritaskan beasiswa Australia ke Indonesia Timur
Selasa, 20 Februari 2024 0:11 WIB
Rektor Unhas bersama Konsulat Jenderal Australia berfoto bersama peserta kegiatan sharing di Makassar, Senin,(19/2/2024).ANTARA/HO-Unhas
Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa MSc, berharap agar peluang beasiswa dapat diperluas dan diprioritaskan bagi masyarakat Indonesia bagian timur.
"Juga mendorong penyebaran informasi sebanyak mungkin, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di seluruh negeri," katanya pada Kegiatan Sharing Session Australia Awards Scholarship (AAS) yang diinisiasi oleh Ketua Ikatan Alumni Australia (Ikama) Sulsel Bersama Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Senin.
Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan wawasan bagi mereka yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di Australia. Dengan alasan kuat seperti beasiswa yang melimpah, kedekatan geografis, dan reputasi internasional, Australia memang menjadi opsi yang sangat menarik.
Konsulat Jenderal Australia di Makassar Mr Todd Dias, memaparkan alasan menarik untuk belajar di Australia. Dirinya menuturkan bahwa sembilan dari 100 universitas terbaik di dunia berada di sana, tidak mengherankan jika tingkat kepuasan pelajar internasional mencapai 89 persen.
"Juga mendorong penyebaran informasi sebanyak mungkin, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di seluruh negeri," katanya pada Kegiatan Sharing Session Australia Awards Scholarship (AAS) yang diinisiasi oleh Ketua Ikatan Alumni Australia (Ikama) Sulsel Bersama Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Senin.
Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan wawasan bagi mereka yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di Australia. Dengan alasan kuat seperti beasiswa yang melimpah, kedekatan geografis, dan reputasi internasional, Australia memang menjadi opsi yang sangat menarik.
Konsulat Jenderal Australia di Makassar Mr Todd Dias, memaparkan alasan menarik untuk belajar di Australia. Dirinya menuturkan bahwa sembilan dari 100 universitas terbaik di dunia berada di sana, tidak mengherankan jika tingkat kepuasan pelajar internasional mencapai 89 persen.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepala BNN sebut langkah pencegahan lebih efektif dibanding hukuman mati
24 October 2024 16:48 WIB, 2024
Ungkap jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, Kabareskrim dihadiahi MURI
13 September 2023 6:44 WIB, 2023